Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Lepasliarkan Empat Penyu Terdampar di Sulawesi Selatan

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 16:40 WIB | Oleh:
KKP Lepasliarkan Empat Penyu Terdampar di Sulawesi Selatan Doc: ANTARA/HO-KKP
Ket. Ilustrasi - Penyu yang sedang diukur.

JAKARTA - Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSL) Makassar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan empat ekor penyu yang terdampar di perairan pesisir Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.Sebanyak dua penyu itu merupakan jenis penyu lekang, satu ekor penyu sisik dan satu ekor penyu hijau yang dilepasliarkan di perairan Pulau Baki, Kabupaten Barru atau sekitar 17 km dari lokasi penampungan di Pantai Lowita yang memiliki lingkungan ideal untuk penyu.

"Penyu hijau merupakan salah satu dari enam jenis penyu yang ditemukan di Indonesia dan termasuk salah satu biota laut yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem serta Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 65 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu Tahun 2022-2024," ujar Direktur Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Kepala BPSL Makassar, Permana Yudiarso menjelaskan keempat penyu yang dilepasliarkan dengan selamat, namun sayangnya penyu hijau tidak berhasil bertahan hidup sehingga dibawa UPT Budi daya laut milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan untuk dilakukan nekropsi.

Hasil nekropsi, lanjut dia, ditemukan sumbatan pada usus halus dan ditemukan sekitar delapan potong sampah plastik berupa tali, karet, gelang dan potongan kemasan mi instan yang menyebabkan infeksi pada saluran cerna penyu.

Permana menambahkan, penemuan sampah plastik pada saluran cerna penyu yang terdampar merupakan bukit dampak serius sampah bagi ekosistem dan biota laut.

Rangkaian penanganan itu lantas dimanfaatkan oleh tim untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk melestarikan biota laut yang dilindungi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.