Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ingatkan Warga di 21 Kabupaten di NTT Waspada Cuaca Ekstrem

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Ingatkan Warga di 21 Kabupaten di NTT Waspada Cuaca Ekstrem Doc: ANTARA/Fransiska Mariana Nuka
Ket. Ilustrasi - Kondisi jalanan di Kota Kupang, NTT yang diguyur hujan beberapa waktu lalu.

Wulanggitang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pada 21 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem karena adanya bibit siklon tropis 99S di Daratan Australia bagian Utara sehingga berdampak ke wilayah itu.

"Waspada cuaca ekstrem pada periode 23 hingga 28 Januari 2024 karena terdapat bibit siklon tropis 99S di Daratan Australia bagian Utara sehingga membentuk daerah belokan dan pertemuan angin di wilayah NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek dari Kupang, Senin.

Sebanyak 21 kabupaten dari 22 kabupaten/kota di NTT harus mewaspadai potensi cuaca ekstrem ini, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Timor Tengah Utara, Malaka, Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Potensi cuaca ekstrem itu antara lain hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

Sti menjelaskan kondisi dinamika atmosfer saat ini menunjukkan suhu permukaan laut yang hangat dan kelembaban yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer.

Hal itu mengindikasikan pasokan uap air di wilayah NTT cukup signifikan yang mendukung terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan yang cukup intens.

"Itulah yang menyebabkan NTT berpotensi hujan ringan hingga lebat, lalu disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam sepekan ke depan," ucap Sti.

Ia berharap masyarakat dapat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem saat ini.

Sti berpesan agar masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam atau tebing harus mewaspadai ancaman longsor dan banjir bandang saat terjadi hujan dengan durasi panjang.

"Jangan panik, tapi harus waspada dan pantau informasi peringatan dini dari BMKG," kata dia berpesan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.