Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guterres Serukan Perombakan PBB: Karena Tak Lagi Sesuai Tujuan

📅 Senin, 22 Jan 2024, 09:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Guterres Serukan Perombakan PBB: Karena Tak Lagi Sesuai Tujuan Doc: ANTARA/AA
Ket. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres.

KAMPALA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa Antonio Guterres pada Minggu (21/1) menyerukan perombakan terhadap institusi multilateral dunia karena berbagai badan itu dinilai "tidak lagi sesuai dengan tujuannya."

"Mulai dari Dewan Keamanan PBB hingga sistem Bretton Woods, institusi global mencerminkan dunia yang membentuk mereka 80 tahun lalu, ketika negara-negara Afrika masih berbentuk koloni. Mereka tidak lagi sesuai tujuannya," ungkap Guterres kepada wartawan di sela KTT Selatan ke-3 Kelompok 77 di Kampala, ibu kota Uganda.

Dia mengatakan Dewan Keamanan "tidak berubah sama sekali dari masa lalu," dengan alasan bahwa "bagaimana kita dapat menerima bahwa badan ini masih kekurangan satu anggota tetap Afrika?"

"Sistem keuangan dunia sudah ketinggalan zaman, tidak berfungsi dan tidak adil. (Untuk itu pada) September ini, PBB akan mengadakan KTT Masa Depan, dengan berfokus memperbarui badan-badan ini sehingga mereka sejalan dengan dunia hari ini dan dapat menghadapi tantangan dunia - khususnya, kepentingan vital negara-negara berkembang," kata Sekjen PBB.

Mengenai situasi di Gaza, yang mengalami bombardemen dari Israel sehingga menewaskan lebih dari 25 ribu jiwa sejak serangan Hamas 7 Oktober, Guterres mengatakan "Saya tidak akan menyerah untuk menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera".

Dia menyatakan bahwa gencatan senjata kemanusiaan adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri mimpi buruk bagi warga sipil Palestina.

Selain itu, PBB juga akan memfasilitasi pembebasan semua sandera, dan mencegah konflik agar tidak melanda seluruh wilayah, lanjutnya.

"Penolakan untuk menerima solusi dua negara bagi Israel dan warga Palestina, dan penyangkalan hak untuk bernegara bagi rakyat Palestina, tidak dapat diterima," tegas Guterres.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.