Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Es Terbesar di Dunia Pecah Dihantam Ombak

📅 Senin, 22 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Gunung Es Terbesar di Dunia Pecah Dihantam Ombak Doc: RICHARD SIDEY / EKSPEDISI EYOS / AFP
Ket. Gunung es berbentuk gigi bernama A23a ini luasnya hampir 4.000 km persegi, menjadikannya dua kali ukuran London.

PARIS - Gunung es terbesar di dunia, A23a, yang memiliki ukuran tiga kali lipat dari Kota New York, pada Sabtu (20/1), dilaporkan mengalami Kehancuran di sejumlah bagian akibat terkena hantaman ombak dahysat.

Dikutip dari The Straits Times, kejadian yang dialami bongkahan es raksasa berbentuk gigi dilaporkan oleh Ian Strachan yang dengan kapalnya berhasil menembus badai salju di laut Antartika, dan samar-samar melihat gunung es itu di kejauhan haluan kapal.

Kemudian, awan terangkat dan kami dapat melihat garis putih yang luas, hampir abstrak, yang membentang melintasi cakrawala. Saat kapal semakin dekat selama kunjungannya, celah-celah besar tebing es yang menganga dan lengkungan biru indah yang terpahat di tepi gunung es tampak semakin jelas.

"Gelombang setinggi hingga 4 meter menghancurkan dan merobohkan dindingnya, patah menjadi bongkahan-bongkahan kecil dan membuat beberapa lengkungan runtuh," kata Strachan.

Dia menyebut sensasi berlayar di sepanjang tepian es bergerigi tak berujung itu seolah seperti suara lagu. Semua retakan dan lengkungan memiliki nada yang berbeda seiring lagu dimainkan.

Ikuti Arus

A23a yang memiliki luas hampir 4.000 kilometer persegi atau dua kali luas London, setelah tiga dekade terjebak di dasar Samudera Antartika, gunung es itu kini bergerak mengikuti arus laut menuju ke utara dalam perjalanan terakhirnya.

Ini mengandung sekitar satu triliun ton air tawar yang kemungkinan besar akan mencair ke laut dalam perjalanannya. Gunung es, yang tebalnya mencapai 400 meter di beberapa tempat, saat ini terapung di antara Pulau Gajah dan Kepulauan Orkney Selatan.

Strachan dengan kapalnya, yang dijalankan oleh perusahaan ekspedisi EYOS, sedang menyelesaikan tur pribadi di Semenanjung Antartika. Tadinya mereka berencana pergi ke Pulau Georgia Selatan, namun karena wabah flu burung di sana, mereka malah mengunjungi A23a.

Ini bukanlah kapal pertama yang menyaksikan keindahan gunung es. Sebelumnya, kapal ilmuwan Inggris, Sir David Attenborough, juga melakukan perjalanan ke Antartika dalam misi ilmiah pada bulan Desember ketika ia menemukan A23a menghalangi jalurnya.

Kepala ilmuwan, Andrew Meijers, yang berada di dalamnya, mengatakan bahwa ketika mereka mendekati gunung es, kabut terbelah, matahari muncul dan sekelompok orca bahkan berenang melewatinya. "Sungguh ajaib. Kami membutuhkan waktu enam jam untuk melewatinya," kata Dr Meijers.

Andrew Fleming dari British Antarctic Survey mengatakan kepada AFP bahwa pada tahun 2020, dia melihat gambar satelit yang menunjukkan bahwa gunung itu "bergoyang". Kemudian pada akhir tahun 2023, A23a melepaskan diri dari belenggu esnya dan mulai menjelajah ke utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

37 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.