Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN: Transisi Energi Harus Dilakukan untuk Capai Nol Emisi Karbon

📅 Senin, 22 Jan 2024, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN: Transisi Energi Harus Dilakukan untuk Capai Nol Emisi Karbon Doc: ANTARA/ARNAS PADDA
Ket. Arsip Foto - Kincir angin untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/5/2023).

JAKARTA - Kepala Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cuk Supriyadi Ali Nandar mengemukakan bahwa transisi energi harus dilakukan untuk mencapai target penurunan emisi karbon hingga menjadi nol emisi karbon pada 2060.

"Transisi energi harus dilakukan untuk memenuhi komitmen pemerintah dalam penurunan emisi dan targetNet Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat," katanya di Jakarta, Senin (22/1), ketika dimintai tanggapan mengenai pembahasan soal transisi energi dalam debat calon wakil presiden pada Minggu (21/1) malam.

Dia menyampaikan bahwa target pemerintah untuk mencapai dalam mencapaiNet Zero Emission(NZE) atau nol emisi karbon pada2060 tertuang dalamRoadmapNZE 2060 atau Lebih Cepat.

NZEatau nol emisi karbon adalah kondisi ketika jumlah karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi.

Transisi dari sistem energi yang diterapkan sekarang ke sistem energi bersih harus dilakukan guna mewujudkan kondisi tersebut.

Cukmenyampaikan bahwa peta jalan untuk mewujudkan NZEtahun 2060 mencakup strategielektrifikasi, pengembangan energi baru dan terbarukan, pengembangan bahan bakar nabati, dan penangguhan izin pembangunan pembangkit listrik tenaga uap baru.

Dalam upaya untuk mewujudkan nol emisi karbon, ia menjelaskan, juga dilakukan penerapan mekanisme penangkapan, penyimpanan, dan pemanfaatan karbon; efisiensi energi; serta pemanfaatan sumber energi baru seperti nuklir, hidrogen, dan amonia.

Cuk mengemukakan bahwa Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 3.294 Gigawatt (GW), energi bayu atau angin sebesar 155 GW, dan energi hidro atau air sebesar 95 GW.

Pemanfaatan potensi energi surya, angin, dan air, menurut dia, baru berturut-turut sebesar 314,8 Megawatt (MW), 154,3 MW, dan 6.696 MW.

Dalam debat keempat calon wakil presiden yang temanyameliputi energi, sumber daya alam, pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, dan masyarakat adat pada padaMinggu (21/1) malam, calon wakil presiden nomor urut satu Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa transisi ke energi baru dan terbarukan harus dilakukan.

Calon wakil presiden nomor urut duaGibran Rakabuming Raka juga berjanji melanjutkan upaya transisi energi yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Dalam visi misinya, calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut tiga Ganjar PranowodanMahfudMD juga berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca dengan memelihara hutan, memangkas emisi kendaraan dan industri, dan melakukan transisi energi menuju nol emisi karbon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.