Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mitigasi Dampak Erupsi, Badan Geologi Memodernisasi Sistem Pemantauan Gunung Api

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 13:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mitigasi Dampak Erupsi, Badan Geologi Memodernisasi Sistem Pemantauan Gunung Api Doc: ANTARA/Adimas Raditya
Ket. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid saat memberikan keterangan pers terkait penggunaan air tanah di Jakarta, pada Senin (13/11/2023).

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memodernisasi 160 sistem pemantauan bencana geologi gunung api sebagai upaya untuk memitigasi dampak erupsi yang dirasakan oleh masyarakat.
"Pada 2023, kami melakukan modernisasi 160 peralatan sistem pemantauan bencana geologi dan pengembangan enam pos pengamatan gunung api," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid dalam konferensi pers bertajuk "Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024" yang dipantau di Jakarta, Jumat (19/1).


Badan Geologi saat ini memiliki 74 pos pengamatan gunung api yang tersebar di seluruh Indonesia, di antaranya terletak diGunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Marapi di Sumatera Barat, dan Gunung Dukono di Maluku Utara.

Wafid menjelaskan modernisasi sistem pemantauan tersebut dilakukan terhadap peralatan sensor kegempaan (seismometer), sensor deformasi (GPS, tiltmeter), CCTV, IR/thermal camera, dan peralatan pendukung stasiun pemantauan.

Modernisasi bertujuan untuk menguatkan basis analisis dan interpretasi dalammembangun sistem monitoring dengan peralatan lebih baru, sistem informasi data dan analisis yang lebih cepat, hingga kemampuan respons lebih cepat dan efektif.

"Beberapa lokasi sudah kami survei, kemudian perlu titik-titik pemantauan, perlu pemasangan peralatan seismik maupun deformasi di sekitar puncak gunung api, itu akan terus kami lakukan," kata Wafid.

Pada tahun 2023, Badan Geologi juga menambah 4 pemetaan geologi gunung api (total 116 peta), menambah 2 pemetaan kawasan rawan bencana gunung api (total 111 peta), dan menambah 6 unit pengembangan pos pengamatan gunung api (total 19 unit pos).

Selain modernisasi peralatan untuk mendeteksi erupsi gunung api, Badan Geologi juga memodernisasi teknologi informasi agar informasi letusan cepat masuk ke dashboard pemantauan.

Sistem pemantauan erupsi yang dimiliki oleh Badan Geologi terhubung langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sehingga sistem pendeteksi dini atau early warning system bisa cepat sampai kepada masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.