Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

HSBC Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2 persen pada 2024

📅 Rabu, 17 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
HSBC Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2 persen pada 2024 Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - HSBC memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2024, antara lain didukung dengan peningkatan konsumsi domestik, perbaikan infrastruktur yang terus berlanjut, dan perkembangan investasi.

"Kami memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rata-rata sebesar 5,2 persen pada tahun 2024 dibandingkan 5 persen pada tahun 2023," kata Chief India and Indonesia Economist HSBC, Pranjul Bhandari, dalam konferensi pers HSBC Asian Outlook 2024 di Jakarta, Selasa (16/1).

Seperti dikutip dari Antara, pada 2024 Indeks Harga Konsumen inti rata-rata diperkirakan sebesar 2,1 persen secara year on year (yoy). Proyeksi HSBC juga menunjukkan investasi di Indonesia pada 2024 tumbuh 5,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan perkiraan 4,6 persen (yoy) pada 2023.

Konsumsi swasta juga diperkirakan tumbuh sebesar 5,6 persen (yoy) pada 2024, meningkat dibandingkan proyeksi 5 persen pada 2023. Begitu juga dengan konsumsi pemerintah diproyeksikan naik menjadi 6,1 persen (yoy) pada 2024, lebih tinggi dibandingkan perkiraan 4,8 persen (yoy) pada 2023.

HSBC memperkirakan nominal Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024 mencapai 1.450 miliar dollar AS, naik dibandingkan perkiraan untuk 2023 sebesar 1.386 miliar dollar AS, sedangkan PDB Indonesia 2022 bernilai 1.319,10 miliar dollar AS.

"Indonesia menikmati stabilitas dalam beberapa tahun terakhir, dengan inflasi, transaksi berjalan dan defisit fiskal, semuanya terkendali," ujar ekonom tersebut.

Selain itu, pertumbuhan kredit riil sektor swasta diproyeksikan sebesar 5,7 persen (yoy) pada 2024, lebih tinggi dibanding perkiraan untuk tahun 2023 sebesar 5,3 persen. Rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada 2024 diperkirakan sebesar 15.850 rupiah per dollar AS.

Lebih Tinggi

Pranjul menuturkan Indonesia merupakan salah satu negara yang kemungkinan pertumbuhan ekonominya akan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dekade sebelumnya, seiring dengan meningkatnya rantai nilai manufaktur mulai dari bijih besi, hingga logam olahan dan kendaraan listrik. "Kami memperkirakan pertumbuhan akan meningkat sebesar 0,5 ppt dalam jangka menengah, fokus yang tajam pada stabilitas makro akan menjadi inti dari hal ini," ujarnya.

Pertumbuhan kredit perbankan tampaknya secara keseluruhan, terus kembali ke rata-rata jangka panjang, dan dapat meningkat lebih lanjut jika Bank Indonesia (Bl) menurunkan suku bunga pada 2024.

Ada juga penanaman modal asing dalam jumlah besar yang menunggu, yang dapat terwujud setelah pemilihan umum (pemilu) selesai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.