Skuad Garuda Harus Mampu Menahan Irak

Senin, 15 Jan 2024, 07:07 WIB

JAKARTA - Tim nasional (timnas) Indonesia yang membuat penampilan pertama di Piala Asia sejak 2007, kali ini memulai persaingan di Grup D dengan menghadapi Irak di Stadion Ahmed bin Ali, Doha, Qatar, Senin (15/1). Untuk menjaga peluang, Indonesia harus mampu menahan Irak.

Kemenangan meyakinkan 7-0 atas Nepal dikombinasikan dengan kemenangan Yordania melawan Kuwait (3-0) membuat "Skuad Garuda" finis kedua di babak ketiga grup kualifikasi. Di sisi lain "Singa Mesopotamia" memastikan tiket ke turnamen ini dengan mengakhiri babak kedua kualifikasi sebagai runner-up grup di belakang Iran.

Ket. Foto: melakukan latihan I Pemain Timnas Indonesia melakukan latihan di Stadion Al Egla 4, Lusail, Qatar, Sabtu (13/1). Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Iraq dalam pertandingan perdana group D Piala Asia 2023 di Qatar pada Senin (15/1). Untuk menjaga peluang, Indonesia harus mampu menahan Irak. — Sumber: ANTARA/Yusran Uccang

Lolosnya timnas Indonesia ke putaran final Piala Asia dianggap sebagai sebuah terobosan. Pelatih Shin Tae yong yang mendalangi kemenangan menakjubkan Korea Selatan atas Jerman di Piala Dunia 2018, memiliki tugas yang jauh lebih berat di Piala Asia.

Indonesia berada di peringkat 146 menurut peringkat FIFA terbaru. Posisi itu menjadikan Skuad Garuda tim unggulan kedua terendah di belakang Hong Kong (150) di antara tim yang berpartisipasi di Piala Asia. Tampil satu grup dengan negara peringkat teratas Asia, Jepang, bersama Vietnam dan Irak, akan menjadi tantangan berat ShinTae-yong untuk membawa Indonesia lolos penyisihan grup untuk pertama kalinya.

Namun, penampilan Skuad Garuda jelang tampil di Piala Asia menyedihkan. Tim asuhan Shin Tae-yong tidak pernah menang dalam lima pertandingan berturut-turut. Kalah dalam tiga pertandingan persahabatan bulan ini dengan skor gabungan 11-1.

Indonesia belum pernah mengalahkan lawan dari Asia sejak meraih kemenangan 6-0 atas Brunei di kualifikasi Piala Dunia 2026. Skuad Garuda saat ini untuk sementara berada di posisi terbawah grup kualifikasi putaran kedua dengan satu poin setelah dua pertandingan.

Meskipun tampil buruk akhir-akhir ini, Indonesia secara historis mengawali Piala Asia dengan baik. Skuad Garuda tidak pernah kalah di pertandingan pembuka. Bahkan menang laga pertama di dua penampilan sebelumnya (2004 dan 2007).

Tahun 2004 di Tiongkok, Indonesia berhasil meraih kemenangan atas Qatar dengan skor 2-1. Saat menjadi tuan rumah Piala Asia tahun 2007, Indonesia meraih kemenangan 2-1 atas Bahrain. Shin Tae-yong mengatakan tim asuhannya harus bisa mengambil poin saat melawan Irak. "Bergantung pada cara bermain di game pertama lawan Irak. Sangat mungkin untuk mencapai tujuan," ujarnya.

Poin atas Irak bakal menjadi motivasi menjelang laga kedua lawan Vietnam. "Mungkin bakal ada kejutan. Kerahkan semuanya atau tidak sama sekali," ujarnya. Shin hanya berani berpikir 1 kemenangan, 1 imbang, dan 1 kekalahan di fase grup. "Vietnam harus kami kalahkan dan dalam laga melawan Irak setidaknya bisa meraih hasil imbang," sambungnya.

Di sisi lain, sebagai tim unggulan kedua dengan peringkat tertinggi grup ini (63), Irak diharapkan memiliki peluang besar lolos ke babak sistem gugur kedelapan kalinya berturut-turut. Tahun lalu, pelatih Irak, Jesus Casas, membimbing tim asuhannya meraih dua gelar. Dia merebut Piala Arab bulan September dan kemenangan pertama di Piala Raja.

Piala Asia akan menjadi turnamen kontinental besar pertama Casas sebagai pelatih Irak. Namun pelatih asal Spanyol itu memiliki pengalaman sebelumnya di turnamen besar. Dia menjabat asisten Luis Enrique ketika Spanyol mencapai semifinal Piala Eropa 2020.

Irak hanya menderita satu kekalahan dalam delapan pertemuan penyisihan grup terakhir di Piala Asia. Dia kalah dalam pertandingan kedua melawan Jepang (1-0). Irak dan Jepang akan berhadapan di laga kedua.

Irak memulai dengan baik dalam upaya lolos ke Piala Dunia pertama sejak 1986. Dia memimpin grup putaran kedua dengan catatan 100 persen. Sebab dia dua pertandingan, mencetak enam gol dan hanya kebobolan satu kali.

"Singa Mesopotamia" itu tidak pernah kalah melawan Indonesia. Dia menang enam pertemuan terakhir. Ini, termasuk kemenangan meyakinkan 5-1 di kualifikasi Piala Dunia November 2023.

Kondisi Tim

Justin Hubner masih mencari penampilan pertamanya di Liga Inggris untuk Wolverhampton Wanderers, namun telah mendapatkan tiga caps pertamanya untuk Indonesia tahun ini. Jumlah itu yang kedua paling sedikit dalam skuad 26 pemain. Dia di belakang Wahyu Prasetyo dari Persib (dua). Sedangkan Ivar Jenner, saat ini bermain untuk tim Eredivisie Utrecht, memiliki lima caps.

Pratama Arhan berpeluang mencapai 40 caps jika bermain melawan Irak. Marselino Ferdinan berjarak tiga dari 20 caps. Elkan Baggott mencapai 21 caps dalam kekalahan Indonesia dari Iran pekan lalu (5-0).

Witan Sulaeman memimpin daftar pencetak gol dengan dua gol di kualifikasi Piala Asia. Sementara itu, Marc Klok dan Rachmat Irianto mencetak gol dalam pertandingan pembukaan kualifikasi putaran ketiga melawan Kuwait. Mereka membantu Indonesia meraih kemenangan 2-1 setelah tertinggal. Casas memiliki campuran pemain muda dan berpengalaman untuk dipilih di Piala Asia. Akam Hashim menjadi satu-satunya pemain yang belum tampil membela timnas Irak. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Indonesia 3-4-3

Ernando Ari

Baggott, Ridho, Jordi Amat

Sayuri, Hubner, Klok, Arhan

Sulistyawan, Struick, Drajad

Irak 4-3-3

Hasan

H Ali, Natiq, Adnan, Doski

Iqbal, Bayesh, Resan

Jasim, Husein, M Ali

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.