Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Riau: 2.066 Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir

📅 Senin, 15 Jan 2024, 16:58 WIB | Oleh:
BPBD Riau: 2.066 Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir Doc: ANTARA/HO-Humas Pemerintah Provinsi Riau
Ket. Aktivitas warga yang mengungsi di tenda pengungsian yang dibangun pemerintah Provinsi Riau.

PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat 2.066 orang warga Provinsi Riau terpaksa harus mengungsi akibat banjir dan mereka bagian dari total warga daerah itu yang terdampak banjir sebanyak 131.834 jiwa.

"Dari data yang kami himpun 2.066 jiwa warga mengungsi itu berasal dari enam kabupaten/kota di Riau, dominan asal Kabupaten Pelalawan," kata Kepala pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal dalam keterangnya di Pekanbaru, Senin.

Ia mengatakan warga Riau yang masih mengungsi tersebut yakni di Kota Dumai sebanyak 88 jiwa, Kabupaten Indragiri Hulu 424 jiwa, Kabupaten Rokan Hiir 572 jiwa, Kabupaten Pelalawan 870 jiwa, Kabupaten Siak 40 jiwa dan Kabupaten Bengkalis 72 jiwa.

Sedangkan untuk rumah yang terdampak banjir katanya tercatat 32.303 unit, fasilitas kesehatan enam unit, fasilitas pendidikan 49 unit serta fasilitas umum 79 unit.

Gubernur Riau Edy Natar Nasution yang melakukan peninjauan bencana banjir di Jl Lintas Timur Kilometer 75 Kabupaten Pelalawan mengatakan banjir yang terjadi bukan siklus 5 tahun namun 20 tahun dan kondisi saat ini termasuk agak ekstrem.

"Kita prihatin dan ada beberapa daerah kabupaten yang meningkatkan status menjadi tanggap darurat," kata Edy.

Selain itu Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat banjir mulai 22 Desember 2023 sampai 31 Januari 2024 atau selama 40 hari dengan tetap memantau situasi dan kondisi terkini.

Sementara itu berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Pekanbaru menyebutkan banjir di Riau akan terjadi sampai akhir Januari 2024, oleh karena itu Gubernur Riau mengajak seluruh instansi terkait dan masyarakat untuk bergerak bersama sama.

"Sebab situasi ini tidak bisa diduga, bahkan pada beberapa daerah juga terjadi banjir dan Pemerintah Provinsi Riau telah memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.