Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Garut Waspadai Bencana Alam Saat Puncak Hujan pada Februari

📅 Senin, 15 Jan 2024, 17:05 WIB | Oleh:
BPBD Garut Waspadai Bencana Alam Saat Puncak Hujan pada Februari Doc: ANTARA/HO-Kecamatan Tarogong Kaler
Ket. Sebagian bangunan rumah warga rusak akibat diterjang hujan deras di Kampung Cipulus, Desa Sukawangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jumat (12/1).

GARUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor saat puncak hujan yang diprediksi terjadi Februari 2024.

"Ini curah hujan masih meningkat, belum titik kulminasi atas ya, belum puncaknya lah intinya, puncaknya tetap di bulan Februari, intinya masyarakat harus waspada," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh kepada wartawan di Garut, Senin (15/1).

Ia menuturkan saat ini sudah memasuki musim hujan dengan intensitas cukup tinggi merata di Kabupaten Garut, kondisi tersebut masih akan terjadi dengan puncaknya Februari 2024.

Kondisi tersebut, kata dia, tentunya harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah, melainkan semua elemen masyarakat untuk waspada, dan melakukan antisipasi seperti membersihkan saluran air agar tidak banjir, dan menghindari daerah rawan longsor.

"Saluran-saluran air nih ya, jangan sampai menahan ataupun gorong-gorong jangan sampai ada sampahnya ya, tolong lebih peka terhadap situasi itu," katanya.

Ia menyampaikan aparatur pemerintah di semua wilayah harus lebih paham lokasi mana yang secara data statistiknya memiliki potensi atau masalah yang dapat menyebabkan terjadinya bencana alam, sehingga harus diantisipasi.

Menurut dia setiap daerah memiliki potensi bencana alam seperti longsor, pergerakan tanah, maupun banjir akibat saluran air tersumbat, dan sebagainya yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

"Untuk diantisipasi bersama-sama karena bencana ini ataupun penanganan bencana ini bukan kewajiban pemerintah daerah saja, tapi seluruh masyarakat juga punya kewajiban untuk mengantisipasinya atau mencegahnya," katanya.

Ia menambahkan kewaspadaan dan antisipasi perlu dilakukan karena Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki banyak potensi bencana alam, di antaranya gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, dan puting beliung.

Selama memasuki musim hujan, kata dia, dilaporkan sudah terjadi beberapa kali bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah, namun kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa hanya kerusakan rumah dan mengganggu akses jalan warga.

"Sampai saat ini luka tidak ada, tapi kalau terdampak rumah itu ada 19," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.