Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Bakal Impor Listrik Tenaga Air dari Nepal Selama 10 Tahun

📅 Minggu, 14 Jan 2024, 13:40 WIB | Oleh:
India Bakal Impor Listrik Tenaga Air dari Nepal Selama 10 Tahun Doc: Istimewa

India dan Nepal menandatangani perjanjian perdagangan listrik senilai 10.000 megawatt (MW) yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga air. Nantinya, Nepal akan mengekspor listrik ke India selama 10 tahun ke depan, yang mana kesepakatan tersebut diharapkan dapat menarik investasi ke negara Himalaya tersebut yang tengah kekurangan dana.

Sungai-sungai di Nepal, yang mengalir dari Himalaya, memiliki potensi untuk menghasilkan sekitar 42.000 MW listrik, tetapi karena kurangnya pengetahuan teknis dan dana, negara yang berada di antara Tiongkok dan India ini hanya menghasilkan kurang dari 3.000 MW.

India, yang memiliki kesepakatan perdagangan listrik jangka pendek dengan Nepal, menginvestasikan miliaran dolar untuk infrastruktur termasuk pembangkit listrik tenaga air, karena New Delhi ingin mengembangkan pengaruhnya di antara negara-negara tetangganya yang lebih kecil, di mana Tiongkok juga semakin aktif.

Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Nepal Pushpa Kamal Dahal telah menyepakati perjanjian perdagangan listrik jangka panjang tahun lalu yang, menurut para pejabat, akan menjadi kunci untuk menarik investasi di sektor pembangkit listrik tenaga air di Nepal.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Nepal Prem Rai mengatakan, perjanjian baru tersebut merupakan salah satu dari empat perjanjian yang diresmikan dalam sebuah pertemuan Komisi Bersama Nepal-India di Kathmandu pada Kamis (4/11).

"Ini adalah tonggak penting bagi daya tarik investasi untuk pengembangan sektor hidro kami. Tetapi kami perlu memperbarui undang-undang kami dan mengkoordinasikan kementerian-kementerian dan lembaga-lembaga lain untuk menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu," kata Bhattarai, dikutip dari Reuters, Senin (8/1).

Pertemuan Komisi Bersama ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar dan mitranya dari Nepal, N.P. Saud.

"Dalam kunjungan saya kali ini kami telah menandatangani beberapa kesepakatan yang sangat penting baik di bidang kerjasama sektor listrik maupun implementasi proyek. Dan saya sangat yakin bahwa ini akan berdampak positif pada kehidupan orang biasa di Nepal," tutur Jaishankar, dikutip dari AP.

"Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri (Narendra) Modi, pemerintah India berkomitmen untuk terus mendefinisikan kembali hubungan dengan mitra di lingkungan kami, terutama dengan Nepal," lanjutnya.

Perusahaan-perusahaan India berada dalam berbagai tahap pembangunan, atau bernegosiasi dengan pemerintah Nepal untuk membangun pembangkit listrik yang dapat menghasilkan total 8,250 MW, yang dapat menghasilkan miliaran dolar, kata para pejabat. Nepal berharap dapat mengekspor kelebihan energi ke India dan mempersempit defisit perdagangannya yang besar dengan negara tetangganya di selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.