Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengujian Vaksin Virus Nipah pada Manusia Dimulai

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 00:12 WIB | Oleh:
Pengujian Vaksin Virus Nipah pada Manusia Dimulai Doc: istimewa
Ket. Petugas laboratorium menangkap seekor kelelawar untuk penelitian virus Nipah di daerah Shuvarampur, Faridpur, Bangladesh, baru-baru ini.

LONDON - Universitas Oxford mengatakan pihaknya telah memulai pengujian vaksin eksperimental terhadap virus nipah yang menyebabkan pembengkakan otak pada manusia dan menyebabkan wabah di negara bagian Kerala di India dan wilayah lain di Asia.

"Uji coba tahap awal terhadap 51 pasien dilakukan di Oxford dan akan memeriksa keamanan dan respons kekebalan vaksin pada orang berusia 18 hingga 55 tahun," kata juru bicara Institut Ilmu Pengetahuan Pandemi Universitas Oxford, Kamis (11/1).

Dikutip dariThe Straits Times, belum ada vaksin untuk virus mematikan ini. Nipah pertama kali diidentifikasi sekitar 25 tahun lalu di Malaysia dan telah menyebabkan wabah di Bangladesh, India, dan Singapura.

Peserta pertama dalam uji coba Oxford menerima dosis vaksin selama seminggu terakhir. Suntikan ini didasarkan pada teknologi yang sama dengan yang digunakan pada vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Serum Institute of India.

Eksekutif di Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/Cepi), In-Kyu Yoon menambahkan, uji coba lebih lanjut diperkirakan akan dilakukan di negara yang terkena dampak nipah.

"Nipah memiliki potensi epidemi, karena inangnya yang berasal dari kelelawar buah ditemukan di wilayah yang dihuni oleh lebih dari dua miliar orang. Uji coba ini merupakan langkah maju dalam upaya membangun serangkaian alat untuk melindungi terhadap virus mematikan ini," kata In-Kyu Yoon.

Pengembangan Vaksin

Uji coba ini dipimpin oleh Oxford Vaccine Group dan didanai oleh Cepi, sebuah koalisi global yang mendukung pengembangan vaksin untuk melawan penyakit menular yang baru muncul.

Moderna pada tahun 2022 juga memulai uji klinis tahap awal vaksin virus nipah, yang dikembangkan bersama dengan Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS.

Pada bulan September 2023, negara bagian Kerala di India dilanda wabah nipah keempat dalam lima tahun, dengan enam orang terinfeksi dan dua kematian.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organisation (WHO), infeksi ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, batuk, dan kesulitan bernapas, yang kemungkinan besar akan diikuti dengan pembengkakan otak. Tingkat kematiannya diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.