Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pantai Palangpang, Ikon Bahari di Geopark Ciletuh

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Umumnya jasa perahu yang ditawarkan digunakan untuk menyinggahi Pulau Kunti dengan tarif 35.000 rupiah per orang. Pulau karang ini memiliki pasir putih dan batuan sisa letusan gunung api purba. Namun mulai 2024 ini, pulau tersebut ditutup untuk konservasi.

Alasan penutupan karena saat ini terlalu banyak wisatawan yang datang membuatnya kumuh. Hal ini dapat mengancam status kawasan ini sebagai global geopark dari UNESCO yang telah diraih pada 12 April 2018.

Pulau Kunti sebenarnya menjadi salah satu tempat terbaik di Geopark Ciletuh. Pasir pantainya putih bersih, dengan air laut berwarna biru dengan ombak yang bersahabat. Atraksibanana boatjuga tersedia di sini.

Pantai di Pulau Kunti didatangi bagi mereka yang belum puas di Pantai Palangpang. Pantai ini airnya sedikit keruh karenanya adanya dua sungai yaitu Sungai Cimarinjung di sisi utara dan Sungai Ciletuh sisi selatan yang bermuara di teluk ini.

Namun Pantai Palangpang tetap menawarkan pesonanya. Adanya pemandangan Curug Cimarinjung dengan airnya yang jatuh dari ketinggian 50 meter merupakan keindahan lain yang ditawarkan. Pemandangan ini memadukan keindahan pemandangan alam bahari dan pegunungan dalam satu tempat.

Curug Cimarinjung yang berada di timur laut dari bibir pantai merupakan satu dari sembilan curug yang ada di kawasan cagar alam nasional ini. Debit air yang cukup deras, karena sebenarnya merupakan aliran sungai cukup besar bernama Sungai Cimarinjung.

Bagi yang penasaran air terjun Curug Cimarinjung dapat didatangi dari arah pantai. Jaraknya dari kawasan pantai sekitar 2 kilometer. Pemandangan selama menuju ke curug berupa Sungai Cimarinjung hamparan sawah yang berundak-undak.

Sore hari menjadi waktu yang ditunggu saat di Pantai Palangpang, karena dapat melihat pemandangansunset. Jika sedang beruntung akan terlihat pemandangan siluet jingga di ufuk barat, sebuah momen untuk mengabdikan diri di tempat yang cukup jauh ini.

Sebagai ikon wisata di Sukabumi bagian selatan, kawasan Taman Bumi Ciletuh, dengan Pantai Palangpang saat ini dipadati dengan berbagai acara. Di sini sering diselenggarakan festival musik, budaya, dan berbagai acara sekala besar lainnya.

Pantai Palangpang memang cukup jauh dari kota. Perjalanan yang memakan waktu lama dan melelahkan ke tempat ini mengharuskan wisatawan untuk bermalam. Saat ini telah tersedia beberapa penginapan berupaguest housedengan tarif mulai dari 200 ribu rupiah per malam. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.