Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar UGM Tekankan Penguatan Mitigasi Antisipasi Bencana Gempa Bumi

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 07:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar UGM Tekankan Penguatan Mitigasi Antisipasi Bencana Gempa Bumi Doc: ANTARA/Ardika
Ket. Ilustrasi - Seismograf mengukur gempa bumi dengan magnitudo 6,6 SR.

Yogyakarta - Guru Besar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wahyu Wilopo menekankan pentingnya penguatan mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana gempa bumi yang aktivitasnya meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Wahyu di Kampus UGM, Yogyakarta, Jumat, mengatakan peningkatan aktivitas gempa dikarenakan posisi Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik dan pertemuan tiga lempeng tektonik dunia.

"Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerahrawan gempa bumi," kata dia.

Aktivitas gempa bumi di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Data BMKG mencatat adanya pola peningkatan aktivitas gempa bumi sejak tahun 2013 dengan rata-rata 10.000 kali gempa dalam setahun.

Mengingat besarnya potensi bencana gempa bumi di tanah air, Wahyu mengatakan pentingnya penguatan mitigasi guna meminimalkan dampak bencana.

Mitigasi awal yang harus dilakukan, kata dia, adalah dengan penyusunan tata ruang berbasis informasi multi bahaya khususnya gempa bumi.

Menurut Wahyu, ada empat prinsip pendekatan perencanaan di daerah rawan gempa bumi di Indonesia.

"Pertama, mengumpulkan informasi bahaya patahan aktif yang akurat. Kedua, rencanakan untuk menghindari bahaya zona patahan sebelum pengembangan dan pembagian ruang," kata dia.

Ketiga, mengambil pendekatan berbasis risiko di wilayah yang sudah dikembangkan atau ditempati dan keempat, komunikasikan risiko di kawasan terbangun pada zona patahan.

"Untuk daerah yang telah dihuni perlu adanya penguatan gedung, peningkatan ketangguhan, dan kesiapsiagaan masyarakat," ujar dia.

Dalam melakukan mitigasi bencana, Wahyu menambahkan perlu adanya kerja sama erat antara pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, media massa untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.