Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia-Vietnam Bahas Isu Keamanan di LTS

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia-Vietnam Bahas Isu Keamanan di LTS Doc: AFP/Nhac NGUYEN
Ket. Diplomasi Indonesia-Vietnam | Presiden Indonesia, Joko Widodo (kiri), berjabat tangan dengan Presiden Vietnam, Vo Van Thuong, di Istana Kepresidenan di Hanoi pada Jumat (12/1). Pada kunjungan tersebut, kedua pemimpin negara membahas isu soal keamanan di LTS.

HANOI - Pemimpin dari Indonesia dan Vietnam menyoroti keamanan di Laut Tiongkok Selatan dan investasi di Indonesia yang dilakukan oleh pembuat kendaraan listrik (EV) VinFast dalam pernyataan bersama setelah pertemuan pada 12 Januari ketika Presiden Joko Widodo mengunjungi Hanoi.

Kedua negara Asia tenggara ini memperkuat hubungan mereka melalui investasi korporasi, lebih banyak perdagangan dan kerja sama yang lebih erat dalam meningkatkan keamanan di LTS yang disengketakan di tengah ketegangan dengan Beijing.

Presiden Vietnam Vo Van Thuong menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di LTS dalam sebuah pernyataan setelah ia bertemu dengan Presiden Indonesia.

Kedua negara pun telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kerja sama perikanan, walau nota ini tidak bersifat publik, namun mungkin membahas perambahan yang dilakukan nelayan Vietnam di perairan negara lain, yang sering menjadi sumber ketegangan di kawasan.

Menjelang kunjungan Presiden Indonesia, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi mengatakan Indonesia siap bekerja sama dengan negara-negara Asia tenggara lainnya untuk menyelesaikan kode etik LTS yang telah lama tertunda, yang merupakan jalur perairan strategis untuk perdagangan dan energi.

Seorang pejabat Vietnam mengkonfirmasi bahwa masalah ini turut dibahas di Hanoi selama kunjungan Presiden Indonesia.

Kode etik Asia tenggara ini akan dipandang sebagai pukulan terhadap Tiongkok. Beijing dan negara-negara Asia tenggara telah berupaya sejak tahun 2002 untuk menetapkan kerangka kerja untuk menegosiasikan kode etik tersebut, namun kemajuannya berjalan lambat meskipun ada komitmen dari semua pihak untuk memajukan dan mempercepat proses tersebut.

pada 2022 lalu, Indonesia dan Vietnam sepakat untuk mengakui batas-batas zona ekonomi eksklusif mereka di LTS, sebuah langkah yang dipandang sebagai tantangan bagi Beijing, yang mengklaim hampir seluruh jalur perdagangan strategis tersebut.

Indonesia sebelumnya bahkan sempat menyatakan berencana mengekspor gas ke Vietnam dari ladang gas di LTS.

Kendaraan Listrik

Pada kunjungan tersebut, kedua negara membahas soal isu kendaraan listrik. Rencananya pada Sabtu (13/1), Presiden Joko Widodo akan mengunjungi pabrik kendaraan listrik VinFast di Vietnam utara.

Saat pembahasan, Presiden Indonesia memuji rencana perusahaan itu untuk menginvestasikan 1,2 miliar dollar AS pada pabrik dan operasi lainnya dalam jangka panjang di Indonesia.

Sebaliknya, Presiden Thuong mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia agar berinvestasi lebih banyak di Vietnam termasuk di sektor perbankan.

Kedua negara juga menandatangani MoU mengenai kerja sama teknologi informasi dan komunikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.