Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Dunia: Ekonomi Afrika Sub-Sahara Tumbuh 2,9 persen pada 2023

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bank Dunia: Ekonomi Afrika Sub-Sahara Tumbuh 2,9 persen pada 2023 Doc: ANTARA/Xinhua/John Okoyo
Ket. Sejumlah pejalan kaki melintas di dekat cabang Equity Bank di Nairobi, Kenya, pada 19 Juni 2023.

Nairobi - Ekonomi Afrika Sub-Sahara tumbuh 2,9 persen pada 2023 dibandingkan dengan 3,7 persen pada 2022, kata Bank Dunia dalam sebuah laporan yang dirilis pada Selasa (9/1).

Menurut laporan Bank Dunia, yang berjudul "Prospek Ekonomi Global" (Global Economic Prospects), pertumbuhan di tiga perekonomian terkemuka di kawasan itu, yaitu Nigeria, Afrika Selatan, dan Angola, melambat menjadi rata-rata 1,8 persen tahun lalu, sehingga menghambat pertumbuhan kawasan itu secara keseluruhan.

"Pemulihan pascapandemi diperlambat oleh melemahnya permintaan eksternal dan pengetatan kebijakan domestik untuk mengatasi inflasi yang persisten," kata laporan itu.

Bank Dunia mengatakan bahwa pertumbuhan pada 2023 di beberapa negara terhambat oleh konflik yang intens dan berlarut-larut, terutama yang terjadi di Sudan, serta gejolak kekerasan baru-baru ini di Chad dan Niger, yang berkontribusi pada meningkatnya peristiwa kekerasan di kawasan tersebut.

Laporan tersebut menyatakan bahwa harga logam yang lebih rendah membebani pertumbuhan di banyak negara pengekspor logam seperti Botswana, Republik Demokratik (RD) Kongo, Liberia, Sierra Leone, dan Zambia.

Bank Dunia memproyeksikan bahwa ekspansi ekonomi di Afrika Sub-Sahara diperkirakan akan meningkat menjadi 3,8 persen pada 2024 dan naik menjadi 4,1 persen pada 2025 seiring dengan menurunnya tekanan inflasi dan meredanya kondisi keuangan.

"Kendati pertumbuhan diproyeksikan meningkat, peningkatan pendapatan per kapita akan tetap tidak cukup untuk memungkinkan perekonomian-perekonomian di kawasan itu membuat kemajuan yang signifikan dalam mengurangi kemiskinan ekstrem," ungkap laporan tersebut.

Bank Dunia mengatakan bahwa prospek tersebut dapat dipengaruhi oleh peningkatan lebih lanjut dalam ketidakstabilan global atau regional, seperti potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, yang dapat meningkatkan harga energi dan pangan global, perlambatan ekonomi global yang lebih tajam dari yang diperkirakan, atau peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca buruk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.