Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korban Gempa di Jepang Terus Bertambah, Salju Persulit Penyelamatan

📅 Senin, 08 Jan 2024, 09:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korban Gempa di Jepang Terus Bertambah, Salju Persulit Penyelamatan Doc: Kyodo
Ket. Daerah yang terkena gempa di Wajima, Prefektur Ishikawa, Jepang tertutup salju tipis pada 7 Januari 2024, enam hari setelah gempa kuat melanda Jepang tengah.

SUZU - Korban tewas akibat gempa bumi pada Tahun Baru di Jepang melonjak menjadi 161 dari 128 pada malam sebelumnya, kata pihak berwenang, Senin (8/1). Salju mempersulit upaya penyelamatan.

Jumlah orang yang belum ditemukan menjadi 103, turun dari yang dilaporkan sebelumnya 195, menurut pihak berwenang di wilayah tengah Ishikawa yang dilanda gempa berkekuatan 7,5.

Gempa merobohkan bangunan, memicu kebakaran besar, dan memicu gelombang tsunami setinggi lebih dari satu meter.

Ribuan penyelamat dikerahkan dari seluruh Jepang, pekerjaan mereka menjadi rumit karena jalan-jalan terputus akibat gempa dan diperkirakan terjadi 1.000 tanah longsor.

Dalam dua hari terakhir, wilayah tersebut diselimuti salju sehingga mempersulit operasi.

Seorang wanita berusia 90an bertahan selama lima hari di bawah reruntuhan rumah di kota Suzu di Semenanjung Noto yang terkena dampak paling parah sebelum diselamatkan pada hari Sabtu (6/1).

"Tetap bertahan!" terdengar suara tim penyelamat memanggil wanita itu, dalam rekaman polisi dari lokasi kejadian yang dipublikasikan oleh media lokal.

Tidak semuanya seberuntung itu.Di kota Anamizu, seorang pria berusia 52 tahun yang kehilangan putranya yang berusia 21 tahun dan mertuanya menunggu untuk mendengar kabar tentang istrinya, ketiga anaknya yang lain, dan anggota keluarga lainnya.

"Saya ingin mereka masih hidup. Tidak terpikirkan saya dibiarkan sendirian," katanya kepada NHK.

Cuaca dingin juga kemungkinan akan memperburuk kondisi lebih dari 28.800 orang di 404 tempat penampungan pemerintah.

Hujan yang terus-menerus telah meningkatkan risiko tanah longsor baru, sementara salju lebat dapat menyebabkan lebih banyak bangunan runtuh karena bebannya, pemerintah daerah memperingatkan.

Setidaknya 2.000 orang di banyak komunitas di semenanjung terpencil ini terdampak akibat jalan yang rusak, dan sekitar 1.000 kasus tanah longsor juga menghalangi kendaraan bantuan.

Hal ini berarti material bantuan lambat mencapai daerah yang mengalami pemadaman air dan listrik.

Sekitar 20.700 rumah tangga di wilayah Ishikawa yang lebih luas masih mengalami pemadaman listrik pada hari Minggu.Lebih dari 66.100 rumah tangga hidup tanpa air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.