Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalbe Perkenalkan Paket Reagen untuk Deteksi TBC

📅 Senin, 08 Jan 2024, 13:51 WIB | Oleh:
Kalbe Perkenalkan Paket Reagen untuk Deteksi TBC Doc: KORAN JAKARTA/Dok. Kalbe
Ket. Paket Reagen untuk Deteksi Penyakit TBC dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

JAKARTA - Pemerintah menargetkan 90 persen dari 824 ribu kasus tuberkulosis (tuberculosis/TBC) di Indonesia dapat dideteksi. Menurut Global TB Report 2021, diperkirakan ada 824 ribu kasus TBC di Indonesia.

Tetapi pasien TBC yang berhasil ditemukan, diobati, dan dilaporkan ke dalam sistem informasi nasional hanya 393.323 (48 persen). Sisanya sekitar 52 persen kasus TBC belum ditemukan atau sudah ditemukan namun belum dilaporkan.

Untuk mendukung kemudahan dalam deteksi dan ketersediaan alat pengujian atau tes diagnostik PT Kalbe Farma Tbk ("Kalbe") melalui KalGen DNA memperkenalkan Indigen. Paket reagen (reagent kit) ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah mengatasi penyakit TBC di Indonesia.

Direktur KalGen DNA Retno Ambarwati menerangkan, Indigen adalah Reagen Kit untuk pengujian atau tes diagnostik TBC dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Untuk membacanya dengan memanfaatkan mesin PCR yang sebelumnya digunakan untuk tes Covid-19 dan telah tersebar luas di seluruh Indonesia.

"Dengan ketersediaan tenaga ahli untuk mengoperasikan PCR, Indigen dapat diimplementasikan dengan mudah untuk memperluas jangkauan tes skrining TBC, apalagi tes ini termasuk open system bahkan yang pertama di Indonesia," kata Retno melalui siaran pers, Jumat (5/1).

Sebagai proyek percontohan (pilot project), Indigen rencananya akan dimanfaatkan pada program penemuan kasus aktif TBC di 12 kabupaten/kota yang tersebar di 7 provinsi. Ke depan, kapasitas pengujian TBC dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan infrastruktur ex-Covid yang telah ada.

"Melalui pilot project ini diharapkan dapat mempercepat kesiapan laboratorium rujukan dalam proses implementasi program testing TBC ke depan," ucap Retno.

Corporate External Communication PT Kalbe Farma Tbk Hari Nugroho mengatakan, inovasi tes diagnostik TBC Indigen merupakan salah satu dari inisiatif berkelanjutan perusahaan yakni memberi akses kesehatan kepada masyarakat. Melalui sumber daya dan infrastruktur yang dimiliki Kalbe, perusahaan akan terus berperan dalam mendukung tujuan pembangunan nasional khususnya di bidang kesehatan.

"Kalbe berkomitmen mendukung pemerintah dalam memperbaiki layanan kesehatan di Indonesia, seperti inovasi dan penelitian alat kesehatan dalam negeri, obat bioteknologi, obat generik, termasuk nutrisi bagi pengentasan stunting di Indonesia," kata Hari.

Reagen kit Indigen telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI, serta memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN+BMP) sebesar 40,82 persen. Produk ini tersedia dalam kemasan siap pakai yang dilengkapi dengan reagen kit untuk proses ekstraksi DNA sehingga sampel pasien siap untuk dilakukan uji molekuler dengan PCR.

Produk Indigen yang pernah meraih penghargaan karya anak bangsa kategori industri alat kesehatan untuk produk Indigen dari Kementerian Kesehatan ini dapat mendeteksi beberapa target gen TBC. Selain itu juga mendeteksi bakteri Mycobcterium tuberculosis (MTB), Non tuberculous mycobacteria (NTM), maupun resistensi obat Isoniazid dan Rifampicin.

"Dengan deteksi bakteri maupun resistensi obat sekaligus, Indigen memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai sehingga hasil pengobatan lebih optimal," paparnya.

Ia menjelaskan, inovasi tes diagnostik Indigen merupakan hasil sinergi antara Academic, Business, Government dan Community (ABGC). Dalam mengembangkan Indigen, KalGen DNA melibatkan berbagai institusi.

"Institusi yang terlibat adalah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rumah Sakit Paru dr. H. A. Rotinsulu Bandung, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jakarta, Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Barat, dan Laboratorium Tuberkulosis Pusat Riset RC3ID Bandung," pungkas Hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.