Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FAO: Harga Pangan Global pada 2023 Turun 13,7 Persen

📅 Senin, 08 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
FAO: Harga Pangan Global pada 2023 Turun 13,7 Persen Doc: VLADIMIR NIKOLAYEV / AFP
Ket. Warga memanen gandum di wilayah Novosibirsk Siberia, beberapa waktu lalu.

ROMA - Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Jumat (5/1), mengatakan harga komoditas pangan global, seperti biji-bijian dan minyak nabati turun tahun lalu dari rekor tertinggi pada 2022, ketika perang Russia di Ukraina, kekeringan dan faktor-faktor lain turut memperburuk kelaparan di seluruh dunia.

Dikutip dari Voice of America (VoA), Indeks Harga Pangan FAO, yang mengukur perubahan bulanan harga komoditas pangan internasional yang umum diperdagangkan, tahun lalu turun 13,7 persen dibandingkan rata-rata pada 2022, namun indeks harga gula dan beras tetap meningkat.

Pada bulan lalu, indeks harga pangan turun sekitar 10 persen dibandingkan Desember 2022. Penurunan harga komoditas pangan pada 2023 terjadi meskipun tahun ini merupakan tahun yang sulit bagi ketahanan pangan di seluruh dunia.

Dampak iklim seperti cuaca kering, banjir dan fenomena El Nino yang terjadi secara alami, dikombinasikan dengan dampak konflik seperti perang di Ukraina, larangan perdagangan pangan yang menambah inflasi pangan dan melemahnya mata uang telah merugikan negara-negara berkembang khususnya.

Meskipun harga komoditas pangan seperti biji-bijian telah mengalami penurunan akibat lonjakan yang menyakitkan pada 2022, tetapi penurunan harga tersebut kerap belum dirasakan oleh para pemilik toko, pedagang kaki lima, dan keluarga yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut badan PBB lainnya, Program Pangan Dunia atau World Food Program (WFP), lebih dari 333 juta orang menghadapi tingkat kerawanan pangan akut pada tahun 2023.

Beras dan gula khususnya menjadi masalah tahun lalu karena dampak iklim di wilayah-wilayah berkembang di Asia, dan sebagai dampaknya, harga-harga meningkat, terutama di negara-negara Afrika.

Pasokan Berjalan Baik

Kecuali beras, indeks biji-bijian FAO tahun lalu berada 15,4 persen di bawah rata-rata tahun 2022, mencerminkan pasokan pasar global yang baik. Hal ini terjadi meskipun Russia menarik diri dari perjanjian masa perang yang mengizinkan pasokan gandum dari Ukraina ke negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

"Negara-negara yang membeli gandum telah mendapatkan pasokan dari negara lain, terutama dari Russia, dengan harga yang lebih rendah dibandingkan sebelum perang dimulai," kata para analis.

Indeks beras FAO naik 21 persen tahun lalu karena pembatasan ekspor beberapa jenis beras oleh India dan kekhawatiran mengenai dampak El Niño terhadap produksi beras. Hal ini berarti harga yang lebih tinggi bagi keluarga berpenghasilan rendah, termasuk di Senegal dan Kenya.

Demikian pula, indeks gula badan tersebut tahun lalu mencapai level tertinggi sejak 2011, meningkat 26,7 persen dari 2022 karena kekhawatiran tentang rendahnya pasokan. Hal ini terjadi setelah cuaca kering yang luar biasa merusak panen di India dan Thailand, eksportir terbesar kedua dan ketiga di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.