Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes: 'Gene Editing' Beri Harapan Bagi Pengobatan Penyakit Genetik

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 15:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes: 'Gene Editing' Beri Harapan Bagi Pengobatan Penyakit Genetik Doc: ANTARA/Sean Muhamad
Ket. Tangkapan layar - Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Rizka Andalucia, dalam seminar Gene Editing dan Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR) yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (5/1/2023).

JAKARTA - Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Rizka Andalucia mengatakan terapi berbasis gene editing atau rekayasa genetik dapat membantu proses pengobatan penyakit yang terkait dengan masalah genetik.

"Terapi gen berbasis sel membawa harapan untuk membantu pengidap anemia akibat gen ini terkait penyembuhan dan peningkatan kualitas hidupnya," katanya dalam seminar Gene Editing dan Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR) yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (5/1).

Tidak hanya anemia, kata Rizka, sejumlah penyakit lainnya seperti kanker, kebutaan, dan AIDS juga dapat diupayakan kesembuhannya melalui terapi berbasis gene editing.

Berdasarkan data yang ia himpun, setidaknya tercatat sebanyak 1.100 jenis terapi berbasisgene editingyang dapat dilakukan. Beberapa di antaranya sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) yang menjadi patokan Internasional.

"Kita mendengar di Bulan Desember kemarin ada satu obat yang disetujui USFDA, yaitu obat penyakit keganasan darah dan kelainan darah, di mana penyakit tersebut merupakan suatu penyakit genetik yang banyak diidap anak dan mortalitasnya tinggi. Di negara berkembang seperti Indonesia mortalitasnya bisa lebih tinggi," ungkapnya.

Melalui gene editing, lanjut Rizka, tenaga medis dapat mengetahui gen penyebab kelainan tersebut, serta memanipulasi dan memodifikasinya agar sejumlah penyakit genetik tersebut tidak berproses dan memberikan kesembuhan pada pengidapnya.

Saat ini, sambungnya, telah terdapat lebih dari 3.000 penelitian terkait gene editing. Karena itu, ia berharap Indonesia dapat turut andil dalam hal tersebut, tidak hanya mengetahui, namun juga praktik dan menerapkan upaya yang sama.

"Kita tentu harus terlibat ikut serta dan mempunyai kemampuan pengembangan terapi berbasis sel dan genetik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang spesifik sesuai dengan profil genomik masyarakat Indonesia," ucapnya.

Untuk itu, Kemenkes telah berupaya mendirikan pusat-pusat penelitian berbasis rumah sakit di sejumlah wilayah di Indonesia, agar pengobatan pasien dapat diatasi dengan pengobatan berbasis teknologi.

Selain itu, upaya pengembangan teknologi kesehatan juga selaras dengan pilar ketiga dan keenam transformasi kesehatan Indonesia, yakni transformasi sistem ketahanan kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.


Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.