Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Tidak Akan Gegabah Memangkas Suku Bunga the Fed

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 00:03 WIB | Oleh:
AS Tidak Akan Gegabah Memangkas Suku Bunga the Fed Doc: Sumber: Federal Reserve – Litbang KJ/and - KJ/ONES

JAKARTA - Para pelaku pasar diimbau tetap hati-hati dan tidak terlalu optimistis kalau bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve akan menurunkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) hingga 150 basis poin (bps) atau 1,5 persen pada tahun ini.

Praktisi pasar modal dan Dosen Universitas Atma Jaya, Hans Kwee, mengingatkan kalau the Fed hanya akan menurunkan suku bunga acuannya 75 bps atau 0,75 persen.

Pemangkasan suku bunga the Fed, jelas Hans, tidak akan terlalu agresif pada tahun ini, karena perekonomian AS masih cukup kuat dan akan soft landing. "Ekonomi AS masih cukup kuat dan bakal soft landing sehingga tidak mungkin pemotongan cukup agresif," kata Hans Kwee.

Selain itu, dia mengingatkan adanya risiko global yang datang dari perlambatan ekonomi raksasa Asia yakni Tiongkok, serta konflik geopolitik yang masih berlangsung di beberapa negara.

Hans juga mengingatkan bahwa hampir separuh negara-negara di dunia melangsungkan politik elektoral berupa Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024, termasuk beberapa di antaranya negara-negara maju dengan ekonomi besar.

"Ada pemilu di AS, Korea Selatan, dan India," Hans Kwee.

Dari dalam negeri, ia mengatakan para pelaku pasar cenderung akan mencermati (wait and see) seiring penyelenggaraan pemilu. "Dalam negeri risiko pemilu, di mana banyak investor wait and see menjelang pemilu," ujar Hans.

Ia mengingatkan proses pemilu di dalam negeri berpotensi berlangsung dua putaran seiring ketatnya persaingan di antara ketiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Kelihatan di kuartal I-2024 (investor) akan lebih banyak wait and see, karena pemilu bisa berlangsung dua putaran," kata Hans kepada Antara.

Dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Desember, pada Kamis dini hari waktu Indonesia (4/1), menunjukkan adanya diskusi awal mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan, karena laju inflasi sesuai dengan estimasi.

Namun demikian, secara spesifik the Fed belum menyampaikan kapan periode waktu pemotongan akan dilakukan.

Masih Tinggi

Dalam pertemuan akhir tahun yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) secara rutin, Gubernur BI, Perry Warjiyo, memperkirakan the Fed malah hanya akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 bps atau 0,5 persen pada semester II-2024.

Hal itu karena penurunan inflasi di beberapa negara maju, termasuk AS, masih berjalan lambat, meskipun telah dilakukan pengetatan kebijakan moneter yang sangat agresif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Nasional
Nusron Wahid Mangkir dari P...

Sebuah Gudang Onderdil di Cengkareng Ludes Terbakar

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Sebuah Gudang Onderdil di C...
Nasional
Jelang MotoGP Mandalika, PL...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.