Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nyeri Pasca-operasi Hernia Lebih Ringan dengan Metode Operasi Minimal Invasif

📅 Selasa, 02 Jan 2024, 15:25 WIB | Oleh:
Nyeri Pasca-operasi Hernia Lebih Ringan dengan Metode Operasi Minimal Invasif Doc: istimewa
Ket. Dokter spesialis bedah di RS Royal Progress dr. Ika Megatia, B.MedSc, SpB, FINACS, FICS sedang melakukan operasi hernia dengan metode minimal invasif.

JAKARTA - Hernia atau yang dikenal dengan sebutan turun berok merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari bagi penderitanya. Menurut data World Health Organization pada 2017, terdapat sekitar 350 per 1000 populasi penderita Hernia dengan gejala berbeda-beda.

Hernia disebabkan adanya kelemahan otot sehingga menimbulkan tonjolan yang umumnya berada di sekitar perut atau selangkangan. Namun terdapat penyebab lainnya seperti gangguan paru obstruktif kronik atau batuk kronis, kerusakan akibat cedera atau pembedahan dan segala sesuatu yang menyebabkan peningkatan tekanan intra abdomen.

Dokter spesialis bedah di RSRoyalProgressdr. Ika Megatia, B.MedSc, SpB, FINACS, FICS menerangkan, hernia seringkali dianggap penyakit yang biasa terjadi pada laki-laki berumur 50 tahun. Namun demikian tetap ada beberapa hal yang harus diwaspadai sebelum terjadi komplikasi lebih lanjut.

"Hernia yang menetap dapat menyebabkan jepitan pada isi kantung Hernia seperti usus, lemak usus dan dapat memicu nyeri hebat, kematian jaringan usus sampai kebocoran usus atau sampai dengan kematian," katanya melalui siaran pers, Selasa (2/1).

Tanda keadaan darurat pada hernia akibat benjolan menetap baik pada posisi tidur dan membesar saat berdiri atau duduk, nyeri kemerahan disertai mual, muntah, dan demam. Jika pasien dalam keadaan seperti ini, hindari menunda konsultasi ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Ia menyarankan jangan menunda konsultasi ke dokter untuk mencegah hal tersebut terjadi. Pada era modern ini, laparoskopi atau tindakan minimal invasif menjadi salah satu solusi pengobatan hernia yang menjadi favorit masyarakat karena luka sayatan yang lebih minim dan nyeri yang lebih ringan dan dapat menempatkan mesh jaringan yang lebih besar.

Operasi hernia sendiri bertujuan untuk memperkuat dinding abdomen agar dapat mencegah benjolan hernia tidak kembali menonjol. Umumnya dalam operasi ini tim dokter menggunakan alat yang disebut MESH untuk menutup hernia dan menguatkan dinding abdomen yang lemah.

Alat MESH terbuat dari bahan polimer sintetis yang tidak berbahaya. Dalam proses pembuatannya telah melewati berbagai tahap uji klinis, sehingga tidak akan menyebabkan reaksi penolakan oleh tubuh pasien.

"Metode operasi minimal invasif dapat direkomendasikan bagi pasien yang menginginkan pembedahan minim sayatan. Dengan metode pembedahan minimal invasif, pasien hanya mendapatkan luka operasi kecil berkisar 0,5 - 1,5 cm dengan masa pemulihan lebih cepat serta minim rasa sakit. Jadi setelah operasi hernia dilakukan dan tidak ada keluhan, pasien dapat langsung diizinkan pulang," kata dokter Ika.

Ia mengatakan, Rumah Sakit Royal Progress, sebagai salah satu rumah sakit unggulan di Sunter, Jakarta Utara, menyediakan solusi pengobatan hernia melalui dua opsi metode operasi, yaitu operasi terbuka dan laparoskopi (minimal invasif). Kedua metode ini memiliki keunggulan tersendiri dan dapat digunakan sesuai gejala dan kebutuhan pasien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
IHSG Anjlok, HIPMI Ajak Pel...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.