Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan Dispar Sukabumi untuk Cegah Laka Laut saat Perayaan Tahun Baru

📅 Sabtu, 30 Des 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Dispar Sukabumi untuk Cegah Laka Laut saat Perayaan Tahun Baru Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Petugas penjaga pantai saat mengawasi aktivitas wisatawan di objek wisata Pantai Palabuahnratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Sukabumi - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi menyiapkan berbagai cara untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut yang dapat menimpa wisatawan saat berwisata di objek wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat selama perayaan tahun baru.

"Berbagai upaya kami lakukan agar pada pesta perayaan pergantian tahun khususnya di objek wisata pantai tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, salah satunya kecelakaan laut," kata Kadispar Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi di Sukabumi, Jumat (29/12).

Menurut Sigit, cara dan upaya yang dilakukan selain berkoordinasi dengan instansi terkait maupun unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi, pihaknya juga telah memasang rambu-rambu tanda bahaya seperti bendera merah di pantai khususnya di lokasi-lokasi rawan laka laut.

Kemudian, memasang spanduk imbauan agar wisatawan tidak berenang di laut serta mengerahkan petugas untuk bergabung dengan personel gabungan pada Operasi Lilin Lodaya 2023.

Pihaknya pun sudah melakukan evaluasi terkait kasus laka laut yang terjadi selama ini. Hasilnya ditemukan fakta, bahwa kasus laka laut yang terjadi karena korban tidak memerhatikan atau menaati aturan selama beraktivitas di objek wisata pantai seperti nekat berenang di lokasi rawan.

Penyebab lainnya karena korban bermain hingga berenang di lokasi yang di luar pengawasan petugas penjaga pantai, sehingga aktivitas mereka tidak terpantau.

"Hasil evaluasi ini kita terapkan di lapangan dan untuk alat peraga dan rambu (bendera) telah didistribusikan serta dipasang pada titik atau lokasi yang rawan terjadi laka laut," ujarnya.

Sigit mengatakan pihaknya juga sudah membuat surat edaran kepada pemilik rumah makan, warung atau tempat penginapan/hotel khususnya yang berada di bibir pantai untuk ikut peduli menjaga keselamatan wisatawan.

Tentunya ini harus menjadi perhatian agar tidak hanya memanfaatkan kedatangan wisatawan saja, tetapi harus ikut berperan dalam mengantisipasi terjadinya laka laut seperti memberikan imbauan atau informasi kepada pengunjung untuk tidak berenang di lokasi rawan dan jauh dari bibir pantai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.