Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Amerika Serikat Tambah Bantuan Senjata dan Peralatan ke Ukraina Senilai 3,8 Triliun Rupiah

📅 Jumat, 29 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Amerika Serikat Tambah Bantuan Senjata dan Peralatan ke Ukraina Senilai 3,8 Triliun Rupiah Doc: ANTARA/REUTERS/Stringer
Ket. Tentara Ukraina menembakan mortir dari meriam M777 Howitzer di dekat garis terdepan di tengah-tengah berlanjutnya invasi Russia ke Ukraina di kawasan Donetsk, Ukraina, baru-baru ini.

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS), pada Rabu (27/12), mengumumkan mereka akan memberikan tambahan paket bantuan senjata dan peralatan senilai 250 juta dollar AS (sekitar 3,84 triliun rupiah) bagi Ukraina.

Paket tersebut mencakup amunisi pertahanan udara, komponen sistem pertahanan udara lain, amunisi tambahan untuk sistem roket artileri mobilitas tinggi, amunisi artileri 155 mm dan 105 mm, amunisi antilapis baja dan lebih dari 15 juta butir amunisi senjata kecil.

"Bantuan kami sangat penting untuk mendukung mitra Ukraina kami dalam membela negara dan kebebasan mereka melawan agresi Russia," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dalam sebuah pernyataan.

Seperti dikutip dari Antara, mengingat koalisi lebih dari 50 negara terus memberikan dukungan bagi Ukraina, Blinken mengatakan sangat penting bagi Kongres untuk bertindak cepat, sesegera mungkin, untuk memajukan kepentingan keamanan nasional AS dengan membantu Ukraina mempertahankan diri dan mengamankan masa depannya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan setelah pengumuman tersebut bahwa AS terus menunjukkan komitmen abadinya terhadap pertahanan Ukraina dalam melawan agresi brutal Russia.

Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah bahwa paket senilai 250 juta dollar AS itu meliputi rudal antipesawat Stinger dan amunisi tambahan untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).

"Kemampuan ini akan mendukung kebutuhan paling mendesak Ukraina guna memungkinkan pasukannya untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka," tambah Pentagon.

Sejak awal perang Russia di Ukraina pada Februari 2022, AS telah mengirim bantuan militer sekitar 44,3 miliar dollar AS (sekitar 681,8 triliun rupiah) ke Kiev.

Permintaan Tambahan

Pengumuman itu disampaikan ketika dorongan untuk bantuan perang Ukraina melemah di Kongres, sekaligus sebagai bagian dari permintaan dana tambahan senilai 105 miliar dollar AS (sekitar 1,63 kuadriliun rupiah) yang diajukan oleh Presiden AS, Joe Biden.

Anggota Kongres dari Partai Republik telah membuat persetujuan paket tersebut bergantung pada pembatasan migrasi dalam kebijakan perbatasan.

Sekitar 61,4 miliar dollar AS (sekitar 945 triliun rupiah) dialokasikan untuk mengirimkan bantuan militer tambahan bagi Ukraina, termasuk pendanaan untuk mengisi kembali persediaan AS yang akan ditransfer ke Kiev berdasarkan usulan tersebut.

Selain bantuan bagi Ukraina, yang sejauh ini menjadi penerima paket bantuan terbesar, AS juga memberikan bantuan senilai 14,3 miliar dollar AS (sekitar 220,2 triliun rupiah) untuk Israel, lebih dari 13 miliar dollar AS (sekitar 200,1 triliun rupiah) untuk keamanan perbatasan dan pendanaan untuk prioritas kebijakan lainnya, termasuk bantuan kemanusiaan.

Sebelumnya, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina dan AS sepakat memproduksi senjata bersama sehingga membuat Kiev mulai memproduksi sistem pertahanan udara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.