Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produk Organik Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor pada 2024

📅 Rabu, 27 Des 2023, 15:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produk Organik Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor pada 2024 Doc: ANTARA/ Maria Cicilia Galuh
Ket. Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar Kementerian Koperasi dan UKM Fixy dalam webinar "Export Outlook 2024", di Jakarta, Rabu (27/12/2023).

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menyebut, ekspor produk-produk organik akan menjadi komoditas yang dicari di pasar luar negeri dalam beberapa tahun mendatang.

Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar Kemenkop UKM Fixy menyampaikan, masyarakat dunia mulai memiliki perhatian lebih terhadap isu keberlanjutan. Hal ini juga meliputi produk-produk organik, yang bisa didaur ulang hingga penggunaan material yang tidak merusak lingkungan.

"Sektor apa yang potensial di 2024, sektor organik. Ke depan isu sustainable, green economy, lingkungan akan menjadi isu yang sangat penting bagi dunia internasional," ujar Fixy dalam webinar Export Outlook 2024, di Jakarta, Rabu (27/12).

Isu keberlanjutan, ekonomi hijau hingga sirkular ekonomi akan menjadi pembahasan yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun ke depan.

Fixy menilai, para calon eksportir pun harus mulai peka terhadap permasalahan tersebut sehingga bisa menghasilkan produk-produk yang sesuai dengan isu keberlanjutan.

"Jadi concern terhadap green economy, sirkular ekonomi harus ada di dalam kepala kita masing-masing, kalau tidak nanti tidak bisa ekspor lagi. Eropa itu 2024 sudah sirkular ekonomi," katanya pula.

Produk organik Indonesia disebut memiliki pangsa pasar yang baik di luar negeri meski belum terlalu signifikan. Swiss disebut menjadi negara potensial untuk pengembangan ekspor produk organik.

Berdasarkan lembaga riset pertanian Swiss (FiBL) pada 2020, konsumsi produk organik masyarakat Swiss berada di urutan kedua tertinggi di dunia dengan nilai sekitar 382,4 dolar AS per tahun per orang. Pertumbuhan konsumsi produk organik di Swiss mencapai hampir 20 persen dengan nilai 4,4 miliar dolar AS pada 2020.

Fixy mengatakan, data tersebut bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor di bidang produk organik untuk wilayah Eropa.

Namun demikian, yang harus diperhatikan adalah masalah standardisasi dan kualitas dari produk yang ingin diekspor. Menurut Fixy, apabila setiap produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah mampu memenuhi kriteria, maka akan lebih mudah untuk melakukan ekspor.

"Yang penting sebenarnya bukan kita sudah bisa ekspor tapi kita bisa sustainable enggak dengan ekspor kita. Maka banyak yang harus dibenahi sebelum masuk pasar ekspor seperti sistem managemen pembiayaan dan produksi," ujar Fixy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.