Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Sirkular Jadi Pilar Utama untuk Menuju Indonesia Emas 2045

📅 Kamis, 21 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Ekonomi Sirkular Jadi Pilar Utama untuk Menuju Indonesia Emas 2045 Doc: ISTIMEWA
Ket. Strategi Pembangunan

JAKARTA - Indonesia berkomitmen untuk menerapkan ekonomi sirkular sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045. Penerapan ekonomi sirkular secara masif dapat membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi pada masa depan.

Demikian dikatakan Deputi bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Amalia Adiningrat Widyasanti, dalam acara "Launching Policy Brief Greenpeace Indonesia dan CELIOS" di Jakarta, Selasa (19/12).

Seperti dikutip dari Antara, Amalia mengungkapkan ekonomi sirkularmerupakan bagian dari ekonomi hijau, yang memiliki potensi besar untuk membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi pada masa depan. Hasil kajian Greenpeacemenunjukkan ekonomi hijau dapat menciptakan 2,4 juta lapangan kerja baru di Indonesia pada tahun 2030.

Amalia mengatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk mencapai sekitar 60 persen bauran energi terbarukan pada tahun 2045. Target itu akan didukung oleh transisi energi, transportasi hijau dan penerapan ekonomi sirkular.

Selain itu, Amalia menambahkan pemerintah telah menetapkan lima sektor prioritas untuk penerapan ekonomi sirkular, di mana dua di antaranya ialah industri tekstil, industri makanan dan minuman.

Peningkatan Efisiensi

Untuk mendukung implementasi tersebut, pemerintah akan mendorong kebijakan termasuk peningkatan efisiensi energi, transisi energi berkeadilan, pengembangan smart grid, pengembangan teknologi penyimpanan energi, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan hutan serta lahan pertanian secara berkelanjutan.

Amalia menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendukung ekonomi hijau. "Pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, masyarakat, dan organisasi nonpemerintah, untuk mewujudkan ekonomi hijau," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Amalia, penerapan ekonomi sirkular diyakini dapat memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia, baik secara ekonomi maupun lingkungan. Ekonomi sirkular dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Amaliamengatakan implementasi ekonomi hijau bukanlah hambatan, melainkan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi di masa depan."Ketika kita menerapkan ekonomi hijau secara masif dan menyeluruh, ini pasti memberi peluang baru bagi aktivitas perekonomian Indonesia, berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi," ujarAmalia.

Menyoroti tantangan, Amalia menekankan persiapan yang diperlukan, termasuk peningkatan sumber daya manusia atau SDM, adopsi teknologi bersih, dan perluasan ekosistem pendukung melalui kebijakan dan regulasi yang mendukung ekonomi hijau di berbagai sektor kehidupan.

"Penerapan ekonomi hijau memerlukan perubahan besar yang harus didukung oleh ekosistem yang baik dan kebersamaan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan 20 tahun ke depan," ujarAmalia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.