Nikaragua Usir Palang Merah Internasional dari Negaranya

Selasa, 19 Des 2023, 09:56 WIB

MEXICO CITY - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada Senin (18/12) mengumumkan telah mengakhiri misinya dan menarik diri dari Nikaragua atas permintaan pemerintah setempat.

Permintaan tersebut muncul hampir dua tahun setelah Presiden Daniel Ortega mengusir delegasi ICRC dari Nikaragua.

Ket. Foto: Presiden Nikaragua Daniel Ortega. — Sumber: AFP/Marvin Recinos

Kelompok kemanusiaan yang bermarkas di Jenewa dan pemerintahan Ortega menandatangani perjanjian pada Januari 2019 yang mengizinkan pejabat ICRC mengunjungi para tahanan menyusul pemberontakan anti-pemerintah yang meluas setahun sebelumnya yang berujung pada penangkapan massal.

"Atas permintaan pihak berwenang Nikaragua, ICRC telah menutup kantornya di Managua, mengakhiri misi kemanusiaannya," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan dari Mexico City.

Selain memantau kondisi para tahanan, dan menawarkan klinik hukum humaniter internasional, ICRC juga mendukung kerja Palang Merah nasional.

Namun Majelis Nasional memerintahkan Palang Merah Nikaragua ditutup pada bulan Mei, menyita propertinya dan menuduhnya merawat pengunjuk rasa yang terluka dalam pemberontakan tahun 2018, yang dinyatakan sebagai upaya yang didukung AS untuk menggulingkan pemerintah.

Lebih dari 2.000 organisasi swasta, aliansi bisnis, badan amal, universitas dan kelompok lain telah ditutup oleh pemerintah Nikaragua karena dituduh melanggar hukum.

Ratusan kritikus pemerintah ditahan, sementara yang lain dicabut kewarganegaraan dan harta bendanya serta diusir dari negara tersebut

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.