Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Mendeteksi 7 Kasus Sub-varian Covid-19 JN.1

📅 Senin, 18 Des 2023, 05:35 WIB | Oleh:
Tiongkok Mendeteksi 7 Kasus Sub-varian Covid-19 JN.1 Doc: Istimewa
Ket. Pihak berwenang mengatakan tingkat prevalensi JN.1 “sangat rendah”, namun mereka tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa virus tersebut akan menjadi jenis virus yang dominan di Tiongkok.

BEIJING - Tiongkok pada Jumat (15/12), mengatakan, telah mendeteksi tujuh infeksi sub-varian Covid-19 JN.1.

Dikutip dariThe Straits Times, badan pengendalian dan pencegahan penyakit nasional mengatakan, tingkat prevalensi JN.1 saat ini "sangat rendah", namun mereka tidak dapat mengesampingkan kemungkinan penyakit tersebut akan menjadi jenis virus yang dominan di Tiongkok karena faktor-faktor yang mencakup kasus impor.

Berdasarkan perkiraan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, atauCentres for Disease Control and Prevention (CDC), JN.1 kini menyumbang lebih dari seperlima seluruh kasus di AS.

"Peningkatan ini menunjukkan JN.1 bisa lebih mudah menular dan lebih baik dalam melewati sistem kekebalan tubuh manusia," kata CDC.

Badan tersebut mengatakan, kasus JN.1 akan terus meningkat sebagai proporsi dari total kasus karena sub-varian tersebut saat ini paling cepat berkembang di AS. JN.1 terkait erat dengan sub-varian virus BA.2.86, yang telah dilacak CDC sejak Agustus.

Penyakit ini pertama kali diidentifikasi di Luksemburg dan kemudian menyebar ke Inggris, Islandia, Prancis, dan Amerika Serikat.

CDC mengatakan, JN.1 pertama kali terdeteksi di AS pada bulan September dan sebelumnya dikelompokkan dengan BA.2.86 dalam pelacak datanya.

Badan tersebut menambahkan bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa JN.1 menimbulkan peningkatan risiko terhadap kesehatan masyarakat dibandingkan varian lain yang beredar saat ini dan suntikan yang diperbarui dapat membuat orang Amerika terlindungi dari varian tersebut.

Pada tanggal 27 November, CDC mengatakan, sub-varian BA.2.86 menyumbang sekitar 5 hingga 15 persen dari varian yang beredar saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.