Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren Kalau Ini Bisa Diwujudkan, Sulsel Harus Jadi Lumbung Pisang Terbesar di Indonesia

📅 Minggu, 17 Des 2023, 04:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren Kalau Ini Bisa Diwujudkan, Sulsel Harus Jadi Lumbung Pisang Terbesar di Indonesia Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Ket. Pj Sekda Sulsel Andi Muhammad Arsjad natasumber Seminar Nasional bertema 'Inovasi Pertanian yang Resilien untuk Berkelanjutan Ketahanan Pangan di Indonesia di Aula Prof Amiruddin Unhas, Sabtu, (16/12/2023).

Makassar - Keren kalau ini bisa diwujudkan, Pj Sekprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Muhammad Arsjadmengatakan Sulsel harus bisa menjadi lumbung produsen pisang terbesar di Indonesia melalui program prioritas penanaman pisang yang sedang berjalan.

Muhammad Arsjad di Makassar, Sabtu, mengatakan upaya menjaga ketahanan pangan di Sulsel pada intinya tidak boleh terpaku pada satu komoditas saja namun beragam komoditas yang memiliki potensi untuk dibudidayakan dan dikembangkan.

"Kita berharap Sulsel ke depan, tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan beras tetapi lumbung produsen pisang terbesar di Indonesia," katanya saat tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional yang mengangkat tema 'Inovasi Pertanian yang Resilien untuk Berkelanjutan Ketahanan Pangan di Indonesia' yang digelar di Aula Prof Amiruddin Unhas.

"Karena kita yakin dengan komoditas horti ini, bisa menjadi peluang tambahan masyarakat kita," lanjut Arsjad pada ajang yang juga merupakan Temu Alumni dalam rangka Dies Natalis ke 37 Sekolah Pascasarjana Unhas Makassar

Menurut Arsjad, persoalan pertumbuhan ekonomi Sulsel, persoalan kemiskinan, persoalan inflasi, bisa sedikit terbantu dengan adanya kebijakan disertifikasi ini.

"Kita berharap persoalan ketahanan pangan ini bisa terselesaikan. Kita tidak hanya kuat di beras tapi juga yang lain. Dan itu bertahan, bisa berkelanjutan yang kemudian bisa memberikan efek ekonomi kita dan sampai ke level masyarakat Sulsel," kataArsjad.

Sementara itu, Kepala BSIP Kementerian Pertanian RI Fadjry Djufry, mengatakan hampir di semua negara mengalami krisis pangan global, dan lebih 375 juta orang terancam kelaparan di seluruh dunia.

Untuk itu, kata dia, Menteri Pertanian di bawah pimpinan Andi Amran Sulaiman, menginisiasi empat akselerasi pertanian untuk menyiapkan bahan pangan lebih cepat dari yang sekarang.

"Kita berharap ke depanUnhas bisa dikenal melalui jagung di seluruh Indonesia dan tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.