Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NUG: Ratusan Tentara Junta Menyerah

📅 Jumat, 15 Des 2023, 02:45 WIB | Oleh:
NUG: Ratusan Tentara Junta Menyerah Doc: RFA/Chinland Information Center
Ket. Tawanan Perang | Seorang anggota tentara junta sedang mendapatkan pengobatan medis oleh anggota sukarelawan medis Tiongkok pada 29 November lalu. Pada Rabu (13/12), pemerintah bayangan Myanmar mengklaim ada ratusan personel keamanan junta telah menyerah atau ditangkap oleh kelompok perlawanan bersenjata Myanmar.

YANGON - Ratusan personel keamanan junta telah menyerah atau ditangkap oleh kelompok perlawanan bersenjata Myanmar sejak dimulainya serangan kelompok etnis bersenjata bulan lalu. Hal itu disampaikan oleh pemerintah bayangan Myanmar (National Unity Government/NUG) pada Rabu (13/12).

"Setidaknya 377 tentara dan 56 petugas polisi junta menyerah dalam pertempuran di seluruh Myanmar pada November saja, sementara sekitar 100 anggota pasukan junta lainnya ditangkap bulan lalu," kata Maung Maung Swe, wakil sekretaris Kementerian Pertahanan NUG.

Banyak dari mereka yang menyerah atau ditahan oleh pasukan pemberontak sejak 1 November selama "Operasi 1027", sebuah serangan yang dilancarkan pada 27 Oktober oleh aliansi kelompok etnis bersenjata yang terdiri dari Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar, Tentara Arakan, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang.

Para pemberontak juga mengatakan bahwa mereka telah meraih kemajuan besar dalam melawan militer di beberapa kota penting di Negara Bagian Shan dan mengklaim telah merebut lebih dari 170 pos militer sejak awal kampanye serangan.

Setelah serangan awal, pejuang anti-junta terus merebut kota-kota besar dan kecil di wilayah tetangga Sagaing dan Magway di mana menurut angka terbaru NUG, hampir 900 pegawai negeri, termasuk beberapa tentara dan polisi, telah membelot dan bergabung dalam Gerakan Pembangkangan Sipil yang menentang rezim militer.

Janji Setia

Sementara itu Maung Maung Swe dari NUG mengatakan bahwa kelompok-kelompok yang telah berjanji setia kepada pemerintahnya dan tujuannya untuk menggulingkan junta dari kekuasaan, siap untuk menangani tawanan perang sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Jenewa.

"Kami telah mengadopsi peraturan dan arahan untuk mempertahankan tawanan perang," kata dia.

Pernyataan NUG muncul setelah juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Jeremy Laurence, pada 17 November mendesak pasukan aliansi untuk memperlakukan mereka yang ditangkap secara manusiawi dan menghindari pembalasan.

Investigasi oleh kantor berita RFA sebelumnya telah mengungkap banyak sekali laporan mengenai penganiayaan terhadap pejuang anti-junta dan warga sipil yang ditahan oleh tentara junta sejak militer merebut kekuasaan melalui kudeta pada 1 Februari 2021 dan melancarkan serangan nasional terhadap lawan-lawannya termasuk tindakan pembunuhan, mutilasi, penyiksaan, dan pemerkosaan. RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.