Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belum Putus, Pemerintah Masih Pilah-pilah Usulan 20 Negara Bebas Visa Kunjungan

📅 Kamis, 14 Des 2023, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belum Putus, Pemerintah Masih Pilah-pilah Usulan 20 Negara Bebas Visa Kunjungan Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Wisatawan mancanegara menikmati suasana Matahari terbenam dengan pemandangan Gunung Agung dan laut di Amed, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (18/11/2023).

GIANYAR - Pemerintah terus menyeleksi sebanyak 20 negara yang diusulkan mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia dengan mempertimbangkan sejumlah aspek mulai keamanan hingga kontribusi ekonomi.

"Pemerintah sekarang masih menggodok untuk seleksi lagi, negara mana saja yang pantas diberikan bebas visa kunjungan," kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Vinsensius Jemadu di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (14/12).

Dia menjelaskan sejumlah kementerian dan lembaga termasuk Kemenparekraf memberikan sejumlah pertimbangan yang terus dibahas untuk fasilitas bebas visa kunjungan itu.

Adapun pertimbangan itu menyangkut keamanan, kontribusi jumlah wisatawan terbanyak yang datang ke Indonesia hingga wisatawan mancanegara yang banyak mengeluarkan anggaran belanja selama berlibur di tanah air.

Dia menjelaskan ada pun wisatawan asing yang royal di antaranya dari negara-negara di kawasan Asia Timur dan Eropa.

"Saat ini, kami sudah bergeser dari paradigma pariwisata basis kuantitas menjadi kualitas yang artinya bukan soal produk tapi pasar. Kami cari pasar yang belanja tinggi," imbuhnya.

Selain itu, asas timbal balik atau resiprokal juga menjadi pertimbangan pemerintah dalam memberikan fasilitas kemudahan bepergian antarnegara itu.

Pertimbangan lain yang dibahas yakni kebijakan durasi waktu visa bebas kunjungan yang akan diberikan.

Saat ini, bebas visa kunjungan ke Indonesia diberikan kepada 10 negara di ASEAN dengan rata-rata durasi kunjungan hingga 30 hari.

"Saat ini, masih dibahas apa perlu 30 hari. Kalau wisatawan Asia Pasifik itu rata-rata enam hari lima malam, kemudian dari Eropa itu dua minggu. Kami akan lihat kembali pembahasannya terkait durasinya," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengusulkan 20 negara untuk mendapatkan bebas visa kunjungan ke Indonesia, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan dan memberikan efek pengganda perekonomian.

Ke 20 negara itu yaitu Australia, Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Qatar, Uni Ermirat Arab, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Rusia, Taiwan, Selandia Baru, Italia, dan Spanyol.

Sedangkan, dua negara lainnya, Sandi menyebutkan merupakan negara dari Timur Tengah yang berkaitan dengan investasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.