Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebanyak 67 Persen Warga Pesisir Ditargetkan Keluar dari Kemiskinan

📅 Rabu, 13 Des 2023, 04:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebanyak 67 Persen Warga Pesisir Ditargetkan Keluar dari Kemiskinan Doc: ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Ket. Kepala DKP Sulsel M Ilyas di Makassar.

Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menargetkan 67,57 persen dari 28.248 masyarakat miskin pesisir dan kepulauan di Sulsel bisa keluar dari kemiskinan pada 2024.

"Jadi kami berupaya untuk mengintervensi agar nelayan miskin turun dari 28 ribu menjadi lebih sedikit," kata Kepala DKP Sulsel Muhammad Ilyas di Makassar, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah program telah menanti untuk mengintervensi masyarakat pra sejahtera Sulsel agar mampu meningkatkan pendapatannya selama 2024 sejalan dengan berbagai program inovasi Penjabat Gubernur Sulsel.

Terkait peningkatan pendapatan masyarakat pesisir ini, telah ditugaskan kepada DKP Sulsel terkait program 100 ribu rumpun atau rumah ikan yang telah ditetapkan regulasinya.

"Meski kita tahu rumpun itu kita pakai untuk membantu nelayan merubah pola penangkapan dari berburu menjadi mengambil ikan," urai Ilyas.

Terkait hal ini, Ilyas mengemukakan bahwa dia telah mempresentasikan ke Pj Gubernur Sulsel untuk membuat tiga jenis regulasi seperti membuat kepemilikan dasar, membuat terumbu buatan, konservasi dan untuk sumber daya ikan.

"Intervensi bukan hanya bantuan fisik tapi bagaimana mendorong menaikkan income, seperti garam kita dorong dengan gudang, supaya ada tempat penyimpanan dan tidak menjual murah garamnya, kemudian mendorong dengan peralatan produksi kita," urai Ilyas.

Selanjutnya, Pemprov Sulsel akan mendorong hadirnya asuransi nelayan bagi masyarakat miskin ekstrem agar mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan selama mencari nafkah.

Selanjutnya, juga mendorong budidaya, bukan hanya di area pesisir tetapi juga area pegunungan.

"Tujuan budidaya ini untuk memberikan pekerjaan alternatif kepada nelayan termasuk pada musim-musim dimana mereka tidak bisa menangkap ikan, ada pekerjaan sampingan, termasuk istri atau anaknya bisa mengelola ini dalam bentuk lahan terpal," urainya.

Sebanyak 10 ribu lahan terpal rencananya akan dibagikan kepada nelayan Sulsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.