Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perdana Menteri Baru Polandia Janji Galang Dukungan Eropa untuk Ukraina

📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perdana Menteri Baru Polandia Janji Galang Dukungan Eropa untuk Ukraina Doc: ANTARA/Anadolu/Jakub Porzycki
Ket. Pemimpin Platform Sipil Donald Tusk selama sidang Parlemen di Warsawa, Polandia pada 11 Desember 2023. Mayoritas Parlemen telah memilih Donald Tusk sebagai Perdana Menteri baru.

Warsawa - Perdana Menteri Polandia yang baru, Donald Tusk, mengatakan dalam pidato pengukuhannya di parlemen Warsawa, Selasa, bahwa pemerintahan barunya akan mendorong Barat meningkatkan dukungan kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia.

"Kami akan menuntut mobilisasi penuh Barat guna membantu Ukraina. Saya tak bisa lagi mendengarkan politisi yang berbicara jenuh kepada situasi di Ukraina," kata dia.

Tusk akan menjadi perdana menteri pada Rabu ketika pemerintahannya dilantik oleh presiden.

Ketika sebagian besar dunia kini fokus pada konflik Gaza, suara-suara di AS dan Hungaria mulai membahas soal pengurangan dukungan untuk Ukraina.

Tusk, yang memimpin Dewan Eropa pada 2014-2019, melakukan perjalanan ke Brussels pekan ini guna menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa.

"Dalam beberapa jam lagi, saya akan berangkat ke Brussels, dengan harapan kita bisa meyakinkan sekutu-sekutu kita agar membela nilai-nilai demokrasi dan Ukraina melawan agresi Rusia," tambah Tusk.

"Hanya Barat yang bersatu yang bisa membantu Ukraina menang dalam perjuangannya menegakkan nilai-nilai demokrasi. Kebetulan yang aneh, politisi-politisi yang menyerang fondasi demokrasi adalah politisi anti-Ukraina."

"Kita harus ingat tentang apa perang itu. Bahwa rakyat kraina sedang memperjuangkan sesuatu yang sangat penting, bahwa perjuangan mereka dimulai di Maidan, bahwa mereka berjuang agar bisa bergabung dengan komunitas dunia Barat," sambung dia.

"Pertolongan Polandia untuk Ukraina sangat penting, namun pada saat yang sama kita harus tetap tegas ketika menyangkut kepentingan, antara lain, para petani Polandia," kata Tusk, mengacu larangan impor gandum Ukraina yang diterapkan pemerintah Polandia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.