PVMBG Catat Adanya Peningkatan Gempa Tektonik Lokal di Gunung Salak
Senin, 11 Des 2023, 11:35 WIBJAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Salak yang berlokasi di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Kepala PVMBG Hendra Gunawan mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 4,0 yang mengguncang barat daya Kota Bogor, pada Jumat (8/12) dini hari, menyebabkan gempa tektonik lokal Gunung Salak mengalami peningkatan.
"Gempa tektonik lokal mengalami peningkatan jumlah gempa di atas empat kali kejadian per hari," ujarnya dalam laporan yang diterima di Jakarta, Senin (11/12).
PVMBG mencatat ada delapan kejadian gempa tektonik lokal di Gunung Salak pada 6 Desember 2023, lalu tercatat sebanyak tujuh kali kejadian pada 7 Desember 2023, dan tujuh kali kejadian pada 8 Desember 2023.
Berdasarkan pengamatan kegempaan periode 1-9 Desember 2023, PVMBG mengungkapkan Gunung Salak masih didominasi gempa tektonik jauh yang terekam sebanyak 31 kali kejadian dan gempa tektonik lokal sebanyak 22 kali kejadian.
Sedangkan, gempa vulkanik sebagai indikasi aktivitas Gunung Salak tidak terekam.
"Meskipun dari kegempaan cenderung normal, namun tetap perlu diwaspadai terjadinya erupsi freatik berupa semburan lumpur atau erupsi uap air yang dapat terjadi tiba-tiba pasca terjadinya kenaikan gempa tektonik lokal beberapa hari lalu," kata Hendra.
Lebih lanjut dia mengingatkan bahwa musim hujan membuat kelembaban udara di sekitar kawah menjadi lebih tinggi, sehingga gas-gas vulkanik akan sulit terurai. Kondisi itu dapat menyebabkan konsentrasi gas-gasnya meningkat dan bisa membahayakan kehidupan.
Hendra menyatakan tingkat aktivitas Gunung api Salak tidak mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan tetap berada pada status level I atau normal.
Dalam tingkat aktivitas level I tersebut, masyarakat direkomendasikan untuk tidak memasuki kawah dalam radius 500 meter dari kawah-kawah yang aktif di Gunung Salak (Kawah Ratu, Kawah Hirup, dan Kawah Paeh) terutama saat musim hujan untuk menghindari terjadinya akumulasi gas yang berbahaya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Terobosan Baru! AI Dinilai Mampu Tingkatkan Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa
-
Dituding Langgar Hak Cipta Besar-besaran, Anthropic Digugat Sony dan Warner Music
-
Jelang MTQ Nasional 2026, Semarang Siapkan 100 Sertifikat Halal untuk UMKM Lokal
-
Jumlah pembatalan perjalanan KRL Bogor Line bertambah
-
Hindari Masalah Hukum Para Kades Harus Transparan Kelola Uang
-
Mulai Agustus, Lampung Punya Penerbangan Langsung ke Kuala Lumpur
-
Baznas RI Buka Pendaftaran Beasiswa Santri 2026 untuk 2.500 Dhuafa Berprestasi
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.