Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BEI Catat 10 Perusahaan Beraset Besar Antre Gelar IPO

📅 Senin, 11 Des 2023, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI Catat 10 Perusahaan Beraset Besar Antre Gelar IPO Doc: ANTARA/ Muhammad Heriyanto
Ket. Tangkapan Layar Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna dalam acara Economic Outlook 2023 yang dipantau di Jakarta, Selasa.

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 10 perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar berada dalam antrean (pipeline)pencatatan saham perdana atauInitial Public Offering (IPO)di pasar saham Indonesia.

Selain itu, dalam antreanIPOjuga terdapat sebanyak 16 perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta satu perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

"Sampai 8 Desember 2023, telah tercatat 79 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp54,14 triliun," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada awak media di Jakarta, Senin.

Dari total 27 perusahaan dalam antrean IPO itu, Nyoman menjelaskan enam perusahaan sektor barang konsumen non primer, lima perusahaan sektor industri, tiga perusahaan sektor barang konsumen primer, dan tiga perusahaan sektor infrastruktur.

Kemudian, tiga perusahaan sektor barang baku, tiga perusahaan sektor teknologi, dua perusahaan sektor energi, satu perusahaan sektor transportasi & logistik, serta satu perusahaan sektor keuangan.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan telah terdapat 27 perusahaan tercatat yang telah menerbitkanright issuedi BEI hingga 8 Desember 2023, dengan total nilai mencapai Rp40,9 triliun.

"Serta masih terdapat 24 perusahaan tercatat dalam antrianright issueBEI," ungkap Nyoman.

Kemudian, BEI mencatat telah diterbitkan sebanyak 107 emisi dari 57 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun mencapai Rp117,8 triliun.

"Sampai 8 Desember 2023, terdapat 17 emisi dari 11 penerbit EBUS yang sedang berada dalampipeline(antrian)," ungkap Nyoman.

Sebagai informasi, pada 6 Oktober 2023 lalu, pasar saham Indonesia telah mencatatkan rekor pencatatan saham perdana (IPO) terbanyak sepanjang sejarah dalam kurun waktu satu tahun, yaitu sebanyak 68 pencatatan saham.

Selain itu, pada 10 November 2023 lalu, BEI mencatatkan jumlah perusahaan tercatat telah mencapai lebih dari 900 emiten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.