Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Sebut Tiga Elemen Utama Sukseskan Kolaborasi Ekonomi Digital

📅 Jumat, 08 Des 2023, 21:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Sebut Tiga Elemen Utama Sukseskan Kolaborasi Ekonomi Digital Doc: ANTARA/HO
Ket. Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba dalam high level dialogue UNCTAD di Jenewa, Swiss, Kamis (7/12/2023) waktu setempat.

Jakarta - Pemerintah Indonesia dalam dialog tingkat tinggi yang diadakan Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyebutkan terdapat tiga elemen utama dalam menyukseskan kolaborasi ekonomi digital antarnegara.

"Ketiga elemen tersebut diantaranya adalah sentralitas pada aspek manusia (human-centricity), komitmen untuk hidup berdampingan (co-exist) dan bersama-sama menciptakan (co-create)fairplaying field,dan ruang kesempatan yang adil juga setara bagi semua orang untuk berkembang," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba dalam acara High Level Dialogue UNCTAD E-Commerce Week 2023 "Shaping the Future of Digital Economy" di Jenewa, Swiss, Kamis (7/12) waktu setempat.

Mengenai elemen pertama, Mira menekankan teknologi digital perlu dikembangkan dengan tidak mempertimbangkan aspek kemutakhirannya saja tetapi juga harus menghormati nilai dan keberagaman manusia.

Ia memberikan beberapa contoh kasus seperti kasus misinformasi maupun disinformasi yang diproduksi oleh kecerdasan buatan (AI) berakhir menyebabkan kegaduhan sosio-politik.

Kemudian perangkat lunak pengenalan wajah yang bias terhadap kelompok masyarakat tertentu menyebabkan kesalahan penangkapan oleh aparat.

"Ini semua menjadi pengingat bahwa pengembangan teknologi digital harus mengutamakan sentralitas pada aspek manusia," katanya.

Selanjutnya untuk elemen kedua berkaitan dengan solusi kolaboratif antara negara maju dan negara berkembang, antara produsen teknologi dengan pengguna teknologi, serta antara perusahaan teknologi global dengan para pemain industri lokal.

Ia menegaskan kolaborasi antarpihak tersebut bersifat krusial mengingat di balik kemajuan teknologi yang pesat, terdapat ketidakseimbangan ekonomi yang berpotensi menimbulkan masalah baru bagi negara-negara berkembang.

"Dengan memahami bahwa teknologi digital pada umumnya dikembangkan oleh negara maju dan kecanggihannya terkadang belum cukup menjawab berbagai tantangan unik yang dihadapi oleh negara berkembang, perlu membuka pintu untuk solusi kolaboratif menangani ketidakseimbangan dalam ekonomi digital global," kata Mira.

Lalu elemen terakhir berkaitan dengan kesempatan yang adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat untuk dapat berkembang di era digital diperlukan dalam membangun masa depan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Mewakili Indonesia Mira mengatakan berbagai upaya langkah nyata perlu ditempuh oleh seluruh negara seperti penyediaan konektivitas digital yang dapat diakses, terjangkau, dan memadai; fasilitasi pelatihan literasi dan kecakapan digital, hingga pelindungan masyarakat dari penyalahgunaan atau penyalahgunaan teknologi.

"Teknologi digital harus mampu menjadi kapal yang stabil untuk membawa semua pihak menuju masa depan yang lebih baik: mengarungi lautan inovasi dan kemajuan untuk membawa konektivitas, peluang, dan pertumbuhan ke seluruh pelosok dunia," tutupnya.

Ketiga elemen itu juga disuarakan panelis yang mewakili berbagai pemangku kepentingan sektor digital Indonesia, seperti Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa.

Adapun UNCTAD menggelar dialog yang dihadiri berbagai delegasi negara, organisasi internasional, maupun komunitas digital dalam tema "e-Commerce Week 2023". Acara tersebut berlangsung pada 4-8 Desember 2023 di Jenewa, Swiss.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.