Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbankan Harus Bantu Perekonomian RI Agar Tumbuh Lebih Tinggi

📅 Kamis, 07 Des 2023, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perbankan Harus Bantu Perekonomian RI Agar Tumbuh Lebih Tinggi Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dalam LPS AWARDS 2023 di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (6/12/2023).

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perbankan harus membantu perekonomian Indonesia agar bertumbuh lebih tinggi lagi.

Hal ini mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang periode 2014-2022 rata-rata berkisar 5 persen, berbeda dibandingkan periode 2004-2014 yang memiliki rata-rata 6 persen.

"Lima persen tidak buruk, by any global standard itu bagus, tapi untuk standar Indonesia masih kurang. Kita harus tumbuh 6 persen atau lebih (karena) setiap kita kehilangan 1 persen PDB (Produk Domestik Bruto), kita kehilangan penciptaan lapangan kerja sekitar 400 ribu orang. Jadi, ke depan kita harus bekerja lebih keras lagi, perbankan harus membantu perekonomian, untungnya (profit perusahaan)kurangin sedikit gapapalah," kata dia dalam LPS AWARDS 2023 di Jakarta, Rabu (6/12).

Sebagaimana diketahui, ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2023 tumbuh solid sebesar 4,94 persen. Sebagian besar pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi swasta dan konsumsi pemerintah.

Pihaknya memperkirakan ekonomi Indonesia dapat bertumbuh 5-5,2 persen pada tahun 2023. Adapun pada tahun 2024, LPS memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tanah air berkisar 5-5,3 persen.

"Kata kita (angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 persen) bagus. Tapi, kalau kita lihat sejarah ke belakang, kita bisa tumbuh 6 persen setelah krisis 1997 antara 2004-2014. Sekarang, pertumbuhan kita agak turun sedikit, dari 6 persen ke 5 persen," ucap Purbaya.

Di sisi lain, sebagai salah satu pilar utama sebuah negara dengan fungsi intermediasi yang berperan penting menggerakkan perekonomian, sektor perbankan nasional saat ini dalam kondisi sangat baik.

Per Oktober 2023, Capital Adequacy Ratio (CAR) berada para level 27,48 persen. Terkait indikator rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/ECD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 117,29 persen dan 26,36 persen.

Selanjutnya, intermediasi perbankan pada Oktober 2023 juga berkembang dengan baik dengan kredit yang tumbuh sebesar 8,99 persen year on year (yoy). Sementara itu, DPK tumbuh 3,43 persen di periode yang sama seiring dengan percepatan pada aktivitas ekonomi nasional melalui belanja korporasi dan belanja daerah.

Level intermediasi perbankan dinilai tergolong cukup baik, namun perlu lebih dorong agar roda sektor riil dapat berputar lebih kencang.

"Saya sih melihatnya pertumbuhan kredit bisa double digit atau lebih. Kalau pembangunan di sektor pemerintah saja tidak cukup karena rasio belanja pemerintah ke PDB hanya 10 persen, sedangkanrealsectorjauh besar, yakni 50-60 persen," ujarnya.

Menurut dia, kondisi perbankan yang baik tidak lepas dari peran serta pelaku industri perbankan yang menjalankan bisnis dengan baik dan prudent. "Kami sangat mengapresiasi peran serta Bapak-Ibu dalam bersama-sama menjaga industri perbankan domestik kita ini supaya tetap kuat ke depannya," ungkap Ketua LPS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.