Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Alih Fungsi Lahan Sawah, DPRD Karawang Minta Pemkab Komitmen Jaga Areal Pertanian

📅 Kamis, 07 Des 2023, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Alih Fungsi Lahan Sawah, DPRD Karawang Minta Pemkab Komitmen Jaga Areal Pertanian Doc: ANTARA/Ali Khumaini/dok
Ket. Ilustrasi areal persawahan.

Karawang - Cegah alih fungsi lahan sawah, Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyampaikan agar pemerintah daerah setempat komitmen menjaga areal pertanian, guna melancarkan program ketahanan pangan yang telah digulirkan pemerintah pusat.

Anggota Komisi II DPRD Karawang, Natala Sumedha, di Karawang, Rabu, mengatakan bahwa Karawang hingga kini masih dijuluki daerah lumbung pangan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah kabupaten untuk terus menjaga areal pertanian.

"Saat ini sudah ada sejumlah regulasi berupa peraturan daerah yang mendukung Pemkab Karawang untuk mempertahankan sektor pertanian," katanya.

Di antara regulasi itu ialah peraturan daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2021 tentang Ketahanan Pangan dan Perda Nomor 13 tahun 2017 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Selain itu, ada juga Perda Nomor 1 tahun 2018 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Seiring dengan adanya regulasi tersebut, maka Pemkab Karawang harus terus berkomitmen untuk menjaga area pertanian khususnya menjaga dari alih fungsi lahan.

"Program ketahanan pangan bukan hanya menjadi prioritas. Tapi juga menjadi target kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat," kayanya.

Sementara itu, sesuai dengan catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, luas areal persawahan di wilayah Karawang mencapai 95-97 ribu hektare.

Dari luas lahan sawah itu, produksi padi di Karawang mencapai sekitar 1,3 juta ton. Sedangkan angka produktivitas (perhitungan produksi tanaman) mencapai 71.06 kwintal per hektare.

Meski luas areal sawah sekitar 97 ribu hektare, tapi dalam setahun luas lahan sawah yang dipanen bisa mencapai ratusan ribu hektare. Sebab masih cukup banyak areal sawah di daerah tersebut yang panen padi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.