Pemda Diminta Aktif Kendalikan Harga
Senin, 04 Des 2023, 09:20 WIBJAKARTA - Pemerintah daerah (Pemda) diharapkan ikut aktif mengendalikan gejolak harga di wilayahnya. Apalagi, sekarang memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), pasokan dan harga pangan sangat rentan bergejolak di pasar.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wosi Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (2/12). Sidak di Pasar Wosi itu untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga sejumlah komoditas pangan menjelang perayaan Nataru mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Wamentan meminta pemda Manokwari meminimalkan disparitas harga pangan, terutama jelang hari-hari besar.
"(Disparitas harga) itu perlu dijaga masyarakat sendiri dan pemerintah daerah," katanya dikutip dari keterangan resmi Kementan, Minggu (3/12).
Menurut Wamentan Harvick, pemerintah tidak bisa mencegah laju kenaikan harga bahan pangan menjelang hari-hari besar seperti Nataru ini.
"Ini penting dijaga agar inflasi di daerah itu terkendali dan masyarakat tetap mampu membeli bahan pangan," ujar Wamentan.
Menurut Wamentan stok sejumlah bahan pokok di pasaran seperti cabai, beras, tomat, sayuran, dan lainnya masih mampu mengimbangi permintaan konsumen.
Meski demikian, rantai distribusi perlu diperhatikan agar tidak mengalami kekurangan terutama bahan pokok yang dikirim dari luar Papua Barat.
"Misalnya cabai lokal Manokwari itu bagus, harga eceran juga relatif stabil. Kalau belum swasembada, jangan kirim ke luar dulu," ujar Wamentan Harvick.
Dirinya meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten lebih fokus terhadap masalah kesejahteraan, daya tahan pangan, dan daya beli masyarakat.
"Kami lihat Manokwari bersemangat sekali. Ini menunjukkan intensitas kegiatan-kegiatan berjalan," ucapnya.
Adapun Kementerian Perdagangan berkomitmen terus memantau ke pasar di berbagai daerah agar perayaan Nataru bisa berlangsung dengan baik.
Cabai Mahal
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi Pasar Senen, Jakarta, pekan lalu, menegaskan prioritas Kemendag menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasar. Dirinya juga berharap pemda ikut membantu.
Kata dia, di Pasar Senen, telur harganya masih stabil di bawah harga acuan pemerintah. Harga daging ayam juga masih di bawah harga acuan pemerintah. Harga beras memang belum turun, tetapi ada pilihan masyarakat bisa membeli beras Bulog program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Untuk harga cabai, Mendag Zulkifli mengakui harga di Jakarta mengalami kenaikan karena harus didatangkan dari daerah lain. "Diharapkan kalau kenaikan terlalu tinggi, Pemda bisa bertindak dengan membantu biaya pengiriman dari daerah menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sehingga harga bisa turun kembali," pungkasnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Buka Jalan Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi di Brebes.
-
Taruhan Terakhir Edin Dzeko! Ini Susunan Skuad Bosnia vs Qatar di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
-
Media Sosial Ubah Cara Mahasiswa Mencari Kost, Ini Temuan Terbaru Cove
-
Tak Langsung Bertarung di Pengadilan, Apple Buka Ruang Negosiasi dengan Departemen Kehakiman AS
-
Rupiah Masih Tertekan, 12 Juni 2026
-
Kombes Hadianur Pimpin Kegiatan Resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan.
-
Masukan MSCI Dinilai Penting, Reformasi Pasar Modal Diminta Terus Berlanjut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.