Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat, Warga Lubuk Sikaping Cemas Banjir Susulan Dipicu Kayu Gelondongan

📅 Senin, 04 Des 2023, 01:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat, Warga Lubuk Sikaping Cemas Banjir Susulan Dipicu Kayu Gelondongan Doc: ANTARA/Altas Maulana
Ket. Tumpukan kayu menutupi kolong Jembatan Panapa Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengakibatkan air meluap dan merendam rumah warga.

Lubuk Sikaping - Gawat, warga Panapa, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat merasa cemas dengan banjir susulan meluapnya Sungai Batang Panapa karena banyakkayu gelondongan dibawa arus sungai tersebuthingga saat ini

"Sangat banyak dan di hulu sungai itu masih banyak kayu gelondongan di tepi sungai," kata salah seorang warga setempat, Rian (30), di Lubuk Sikaping, Senin.

Dia mengatakan luapan air sungai disebabkan tersumbatnya aliran air di bawah Jembatan Panapa karena tertutup kayu gelondongan.

Banjir memang sudah mulai surut tetapi hujan terus terjadi. Kayu gelondongan bekas pemotongan masih banyak di sepanjang aliran sungai.

"Kita takut kayu itu kembali menutupi kolong jembatan dan air meluap ke darat. Kami berharap pihak terkait menyikapi hal ini," katanya.

Hingga Minggu (3/12) malam, dua ekskavator disiapkan di dekat jembatan untuk mengangkat kayu jika menyumbat aliran sungai.

Sebelumnya, sumbatan aliran sungai telah dibuka oleh alat berat sehingga air sudah mulai susut. Namun, dengan banyakkayu gelondongan di tepi sungai membuat warga cemas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Alim Bazar mengatakan pihaknya telah mendatangkan alat berat untuk menangani tumpukan kayu.

Berdasarkan data sementara, sekitar 160 rumah terendam banjir.

Ia mengatakan saat ini warga mulai menangani material banjir dari rumahnya.

Selain itu, Balai Wilayah Sungai V Sumatera telah mendatangkan alat berat untuk normalisasi sungai itu.

Air Sungai Batang Panapa mulai naik pada Sabtu (2/12), sekitar pukul 20.30 WIB karena dipicu hujan lebat sejak sore.

Air sungai naik hingga badan jalan dan masuk rumah warga setempat dengan puncaknya sekitar pukul 21.30 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.