Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nelayan di Sukabumi Diterkam Buaya Saat Menjala Ikan di Situ Habibi

📅 Minggu, 03 Des 2023, 16:20 WIB | Oleh:
Nelayan di Sukabumi Diterkam Buaya Saat Menjala Ikan di Situ Habibi Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Ket. Ilustrasi - Warga menjala ikan di sekitar bibit mangrove yang ditanam di Pandeglang, Banten, Sabtu (13/11/2021).

Sukabumi -- Seorang nelayan warga Kampung Panggilingan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Parel (53), diterkam buaya saat menjala ikan di Situ Habibi, di Kampung Cikalapa, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade Jumat, (1/12) malam.

"Alhamdulillah korban yang merupakan warga RT 16 RW 04, Desa/Kecamatan Ciracap ini berhasil selamat, hanya saja bagian tumit kirinya robek akibat gigitan buaya itu," kata Kepala Desa Cipeundeuy Bakang Anwar As'adi di Sukabumi, Sabtu.

Informasi yang dihimpun dari Kades Cipeundeuy, kejadian itu berawal saat Parel sedang menjala ikan di Situ Habibi sendirian. Karena titik ikan berada di tengah situ, korban kemudian turun ke dalam Situ Habibi.

Saat sedang asyik menjala ikan, tiba-tiba, ia merasakan sakit pada tumitnya seperti ada yang menggigit dan spontan menarik kakinya dari dalam air dan ternyata muncul kepala buaya.

Parel yang panik langsung melarikan diri dan keluar dari dalam situ, namun buaya tersebut terus mengejarnya. Tetapi, korban berhasil kabur dari "sang predator" tersebut.

"Kemungkinan buaya tersebut masih mengejar korban, karena bau amis darah yang keluar dari luka bekas gigitan" tambahnya

Di sisi lain, Bakang mengimbau kepada warga hendak ke Situ Habibi baik untuk memancing, menjala ikan ataupun bermain/wisata untuk berhati-hati.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan agar jangan sampai ada korban lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.