Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disperindag Sultra: Kenaikan Harga Beras dan Cabai Akibat Kemarau

📅 Kamis, 30 Nov 2023, 16:55 WIB | Oleh:
Disperindag Sultra: Kenaikan Harga Beras dan Cabai Akibat Kemarau Doc: Antara/La Ode Muh Deden Saputra
Ket. Cabai rawit yang mengalami kenaikan harga dijual di Pasar Basah Kota Kendari.

KENDARI - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan bahwa kenaikan harga beras dan cabai di wilayah Bumi Anoa disebabkan oleh fenomena El Nino atau kemarau panjang yang melanda.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra La Ode Muhammad Fitrah Arsyad saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa selain dua komoditi tersebut, sejumlah barang lain juga mengalami kenaikan harga di tahun 2023 ini.

"Hal itu semua disebabkan karena pengaruh musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga menyebabkan banyak petani di Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami gagal panen," kata Fitrah.

Menurut dia, akibat iklim kemaraudaerah-daerah penghasil beras lebih memperuntukkan komoditi tersebut untuk memenuhi kebutuhan daerah mereka sendiri.

"Sehingga, untuk stok beras di Provinsi Sulawesi Tenggara ini hanya mengandalkan stok beras yang ada di lokal saja," ujarnya.

Ia menyebutkan, minimnyapasokan menyebabkan ketersediaan stok beras terbatas untuk dibagikan ke 17 kabupaten/kota se-Sultra dan menyebabkan harga beras di setiap daerah juga mengalami kenaikan.

"Artinya ada permintaan yang tinggi, sehingga harga juga otomatis naik, " jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa hingga saat ini harga beras masih tetap mengalami kenaikan, akan tetapi kenaikan tersebut tidak signifikan.

Fitrah menunjukkan presentase grafik harga beras sudah vertikal, walauharga beras sempat naik drastis namun sekarang harganya lumayan menurun dan bertahan di beberapa minggu ini.

"Harga beras saat ini naik dari Rp10.700. sekarang menjadi Rp13.000 untuk harga beras medium," sebutnya.

Sementara untuk komoditi cabai, lanjut dia, mengalami kenaikan dikarenakan saat ini telah masuk musim penghujan dan masih ada daerah tertentu yang belum masuk musim penghujan.

"Untuk harga cabetergantung area distribusi karena yang mempengaruhi harga adalah distribusinya, dilihat dari berapa jauh lokasi sehingga menambah beban," tambah Fitrah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.