Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiap Kelurahan Disiagakan Perahu Karet

📅 Senin, 27 Nov 2023, 05:21 WIB | Oleh:
Tiap Kelurahan Disiagakan  Perahu Karet Doc: ANTARA/HO-BPBD DKI Jakarta
Ket. Petugas BPBD DKI Jakarta menyiapkan perahu karet untuk menangani dampak banjir.

JAKARTA - Untuk tindakan cepat saat terjadi banjir atau bencana lainnya di musim hujan, maka saat ini di tiap kelurahan telah disiagakan perahu karet. "Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyiagakan perahu karet di setiap kelurahan sebagai persiapan untuk evakuasi apabila terjadi banjir seiring datangnya musim hujan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, Sabtu.

Menurutnya, langkah antisipasi sudah dilakukan. Perahu karet sudah disiagakan, bahkan simulasi penanganan banjir juga sudah dilakukan. Dia menjelaskan saat ini intensitas hujan masih tergolong rendah hingga sedang dengan waktu rata-rata dari setengah sampai satu jam.

Meski puncak musim hujan diprediksi Januari-Februari tahun depan, BPBD Jakarta juga sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan curah hujan setiap dua jam. Isnawa mengaku potensi genangan tetap akan terjadi khususnya di 25 wilayah dekat bantaran sungai seperti Kelurahan Kalibata, Jatinegara, Cipulir, dan Cipayung.

"Khusus daerah tersebut kami juga sudah lebih meningkatkan kewaspadaan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi dan menghadapi banjir," kata Isnawa. Dengan begitu, masyarakata sudah siap bila sewaktu-waktu terjadi bencana banjir.

Langkah antisipasi tidak hanya dilakukan secara struktural seperti persiapan sarana dan prasarana. BPBD Jakarta juga telah menyiagakan personel serta membangun posko. Bukan hanya itu, tindakan preventif lainnya seperti pengerukan atau normalisasi waduk, memompa sumber-sumber genangan, dan memantau pintu air juga telah dilakukan sepanjang tahun sebagai usaha untuk mengantisipasi banjir.

Kemudian, langkah-langkah lainnya adalah untuk bagian hulu sungai selalu dipantau apabila sedang hujan. Dengan begitu, personel bisa dengan cepat untuk mengantisipasi potensi buruk yang bisa terjadi. Isnawa mengaku optimistis dampak musim hujan khususnya dalam momen puncak nanti bisa teratasi dan mampu meminimalisir akibat buruk dibanding tahun sebelumnya.

"Ya kami berdoa supaya nanti cuacanya tidak terlalu ekstrem. Kalaupun ada hujan ya intensitasnya mungkin sedang saja. Jika terdapat genangan atau banjir diharapkan dapat cepat surut. Sebab semua upaya sudah dilakukan," ungkapnya.

Terendam

Sementara itu, beberapa wilayah Jakarta sempat tergenang akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akhir pekan malam. "Genangan terjadi di empat RT Jakarta," kata Isnawa Aji. Di Jakarta Barat, genangan air setinggi 30-70 sentimeter merendam dua RT di Kelurahan Sukabumi Selatan. Genangan tersebut karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.

Di Jakarta Selatan, dua RT di Kelurahan Kuningan Barat terendam genangan air setinggi 50-60 sentimeter. Ini juga disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.

Jalan Ciledug Raya Seskoal, Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama juga sempat tergenang air. Isnawa mengatakan, BPBD Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur DInas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

"Genangan cepat surut," ujar Isnawa. Dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap genangan. Jika mengalami kondisi darurat, segera hubungi nomor telepon 112.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.