Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hari Guru Nasional, Tantangan Guru di Masa Depan Makin Besar

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hari Guru Nasional, Tantangan Guru di Masa Depan Makin Besar Doc: antara
Ket. Ilustrasi - Guru sedang mengajar murid di sekolah.

JAKARTA - Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bisnis dan Pariwisata (Bispar) Kemendikbudristek Nana Halim mengungkapkan tantangan yang dihadapi guru di masa depan akan semakin besar.

"Guru adalah seseorang yang memengaruhi pengetahuan melalui ajaran, contoh, dan pengalaman melewati proses pembimbingan kepada peserta didik. Pada prinsipnya, diarahkan agar peserta didik dapat berpikir sendiri," kata Nana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (24/11).

Menurut dia, mengajar bukanlah satu-satunya tugas guru, tetapi tantangan dan tanggung jawab guru sangat banyak, seperti sebagai motivator, moderator, konselor, dan pengawas pembelajaran dan pendidikan.

"Guru dipilih sebagai agen sosial oleh seluruh masyarakat untuk mendelegasikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya," jelas Nana.

Dia mengatakan peserta didik sangat dipengaruhi oleh cinta dan kasih sayang guru, selain juga karakter, kompetensi, dan komitmen moral.

Seorang guru yang populer menjadi teladan bagi peserta didiknya dan peserta didik berusaha mengikuti gurunya dalam tata krama, adat istiadat, gaya bicara, dan sikapnya.

Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Pakuan itu mengatakan penting juga untuk disadari bahwa guru harus berkualitas dan peduli.

Untuk menjadi seorang guru, seseorang harus sadar bahwa perlu ketekunan, toleransi, kesopanan, pengendalian diri, disiplin, kelembutan, dan yang terpenting adalah takut akan Tuhan, serta memiliki semangat dan dedikasi dalam melaksanakan pengajaran dan pendidikan.

"Seorang guru dalam masyarakat multi-etnis, seperti Indonesia, harus berwawasan luas sebagai elite untuk menjamin stabilitas dan inovasi bagi pembangunan suatu bangsa," ujar Nana.

Dia melanjutkan bahwa seorang guru harus dihormati dan dijaga martabatnya, karena guru menenangkan pikiran peserta didik untuk belajar.

Guru juga memiliki kekayaan pengetahuan yang dapat diberikan kepada peserta didik untuk menjadi individu lebih baik di masyarakat.

Nana berharap kualitas, pembelajaran, dan peningkatan guru harus menjadi fokus bagi para peneliti, pembuat kebijakan, perancang program, pelaksana, dan evaluator dalam rangka peningkatan kualitas suatu bangsa.

Pemerintah juga harus menyediakan investasi untuk peningkatan kualitas guru, ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.