Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Populasi Bekantan Bertambah Dua Kali Lipat di TWA Pulau Bakut

📅 Jumat, 24 Nov 2023, 16:48 WIB | Oleh:
Populasi Bekantan Bertambah Dua Kali Lipat di TWA Pulau Bakut Doc: ANTARA/HO-Andaro Indonesia
Ket. Sejumlah bekantan memanjat cabang pohon di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, Kalimantan Selatan.

JAKARTA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan bersama PT Adaro Indonesia berhasil meningkatkan populasi hewan endemik bekantan di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, Kalimantan Selatan.

Kepala Divisi CSR Andoro Energy Okty Damayanti mengatakan jumlah bekantan di sana awalnya hanya 67 ekor dan sekarang telah mencapai 132 ekor hanya dalam waktu lima tahun.

"Salah satu komitmen kami adalah melestarikan populasi bekantan yang hampir punah dan menjadikan TWA Pulau Bakut sebagai pusat edukasi konservasi bekantan bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Okty menuturkan pihaknya bersama BKSDA Kalimantan Selatan terus berupaya mengembangkan sarana dan prasarana di TWA Pulau Bakut demi mendukung keberadaan kawasan itu sebagai salah satu destinasi wisata terbatas.

TWA Pulau Bakut yang memiliki luas 15,58 hektare semula hanya difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah warga sekitar dari atas Jembatan Barito.

Saat ini, kawasan itu telah berubah dan menjadi ekosistem bagi beberapa ekor populasi bekantan beserta flora dan fauna lainnya.

BKSDA Kalimantan Selatan dan Adaro berkomitmen menghadirkan pusat konservasi bekantan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Mahrus Aryadi mengatakan TWA Pulau Bakut resmi dikelola dengan memberdayakan masyarakat setempat terhitung sejak tahun 2018. Selama lima tahun pengelolaan, jumlah populasi bekantan bertambah hampir dua kali lipat.

Menurut Marus, pelibatan warga lokal dalam pengelolaan taman wisata alam bertujuan untuk memberikan manfaat secara ekonomi masyarakat di sekitar Pulau Bakut.

"Saat ini kami fokus memperbanyak pohon sebagai pakan bekantan. Jadi, kami tidak perlu memberi makan secara langsung agar tidak mengganggu kehidupan liar bekantan," ucapnya.

Adaro melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan telah membangun klinik satwa dan fasilitas lain beserta kandang habituasi dan menyediakan peralatan dalam bentuk bahan dan barang untuk mendukung konservasi bekantan di TWA Pulau Bakut.

Perseroan juga membangun jalur jalan ulin dengan panjang 630 meter, dermaga, dan joglo atau saung yang digunakan sebagai tempat pertemuan di lokasi taman wisata alam tersebut, termasuk membangun dermaga apung dan kantor resort balai.Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin mengungkapkan bahwa pengembangan TWA Pulau Bakut telah meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.

Bahkan, pendapatan ekonomi masyarakat sekitar terutama mereka yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan TWA Pulau Bakut juga turut meningkat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.