Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasukan Junta Diduga Gunakan Gas Beracun

📅 Rabu, 22 Nov 2023, 02:55 WIB | Oleh:
Pasukan Junta Diduga Gunakan Gas Beracun Doc: AFP/AFPTV/MYANMAR RADIO AND TELEVISION
Ket. Juru bicara junta Myanmar, Zaw Min Tun

YANGON - Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA) menuduh pasukan junta militer Myanmar menggunakan gas beracun dalam sebuah serangan yang dilakukan di dekat Kota Namkham yang mereka kuasai di Negara Bagian Shan utara pada akhir pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (20/11), kelompok tersebut mengatakan bahwa militer menjatuhkan dua alat peledak yang berisi gas yang tidak teridentifikasi selama pertempuran untuk menguasai pangkalan militer junta di dekat kota tersebut pada Jumat (17/11) pekan lalu.

Mereka juga menuduh militer menggunakan gas yang sama selama bentrokan baru-baru ini di dekat Lashio, kota terbesar di wilayah tersebut.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa itu adalah gas beracun, tetapi kami tidak tahu jenisnya," kata juru bicara TNLA kepadaMyanmar Now.

Seorang anggota kelompok yang ikut serta dalam pertempuran pada Jumat mengatakan bahwa ia pingsan dan menderita mual dan sesak napas setelah serangan gas tersebut.

"Bom itu meledak dengan suara desisan dan mengeluarkan gas. Saya pingsan setelah menghirup gas tersebut. Saya bahkan tidak ingat siapa yang menggendong saya dari garis depan ke rumah sakit. Saya masih merasa pusing jika terlalu banyak bergerak," kata anggota TNLA tersebut.

Seorang dokter dari dinas kesehatan TNLA mengkonfirmasi bahwa sembilan anggota kelompok tersebut memiliki gejala yang sama dengan yang lainnya, termasuk kadar oksigen rendah pada darah mereka, meskipun tidak mengalami cedera fisik.

"Kami tidak dapat memastikan apakah ini benar-benar disebabkan oleh gas tersebut, namun gejala-gejalanya konsisten dengan serangan gas beracun," ujar dokter tersebut.

Bantah Tuduhan

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Junta, Zaw Min Tun, membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa TNLA membuat klaim palsu karena mereka dipaksa mundur dari pangkalan di dekat Namkham setelah mengalami banyak korban.

TNLA yang adalah anggota aliansi etnis yang telah melancarkan serangan anti-junta besar-besaran di Negara Bagian Shan utara sejak akhir bulan lalu, mengatakan bahwa mereka berhasil menyerbu sebuah pos keamanan di pangkalan dekat Namkham, namun terpaksa mundur setelah mendapat serangan artileri dan serangan udara.

Namkham, yang terletak sekitar 200 kilometer sebelah utara Lashio di perbatasan Myanmar dengan Tiongkok, telah berada di bawah kendali TNLA sejak 8 November.

Meski dipaksa mundur, TNLA menyatakan bahwa mereka berhasil merampas 13 pucuk senjata dengan berbagai ukuran dan jenis dari pangkalan militer tersebut, serta menewaskan sejumlah tentara. MyanmarNow/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.