Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UE Sepakat Hentikan Kirim Limbah ke Negara yang Tak Bisa Mengolahnya

📅 Sabtu, 18 Nov 2023, 00:48 WIB | Oleh:
UE Sepakat Hentikan Kirim Limbah ke Negara yang Tak Bisa Mengolahnya Doc: ISTIMEWA
Ket. UNI EROPA (UE)

PARIS - Parlemen Uni Eropa (UE), pada Jumat (17/11), mengatakan parlemen UE dan negara-negara anggotanya telah mencapai kesepakatan untuk merevisi peraturan pengiriman limbah blok tersebut dan mengakhiri ekspor jenis limbah tertentu ke negara ketiga yang tidak mampu memprosesnya dengan baik.

"Ekspor limbah tidak berbahaya tertentu dan campuran limbah tidak berbahaya, hanya akan diizinkan ke negara-negara non-OECD yang mnyetujui dan memenuhi kriteria untuk mengolah limbah tersebut dengan cara yang ramah lingkungan," kata Parlemen UE.

Dikutip dari The Straits Times, Parlemen UE menambahkan kepatuhan terhadap hak-hak pekerja internasional juga akan dipertimbangkan.

Komisi Eropa pada tahun 2021 mengusulkan perubahan peraturan Uni Eropa mengenai pengiriman sampah untuk mempersulit negara-negara anggota untuk membuang sampah mereka ke negara-negara miskin.

"UE pada akhirnya akan memikul tanggung jawab atas sampah plastiknya dengan melarang ekspornya ke negara-negara non-OECD," kata anggota parlemen Denmark Pernille Weiss, dalam sebuah pernyataan.

Sampah Plastik

Negara-negara UE harus menghentikan pengiriman sampah plastik ke negara-negara miskin dalam waktu dua setengah tahun sejak undang-undang tersebut mulai berlaku, kata Parlemen, seraya menambahkan bahwa aturan ekspor sampah plastik ke negara-negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), kelompok negara-negara kaya utama di dunia, juga akan diperketat.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sekitar separuh ekspor limbah UE ditujukan ke negara-negara non-OECD dengan aturan pengelolaan limbah yang lebih lemah dibandingkan di UE, yang secara efektif menyebabkan polusi UE ke luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.