Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Ibu Hamil Usia Anak Masih Banyak Ditemukan di Kabupaten Bulukumba

📅 Sabtu, 18 Nov 2023, 02:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Ibu Hamil Usia Anak Masih Banyak Ditemukan di Kabupaten Bulukumba Doc: Antara/ Suriani Mappong
Ket. Ilustrasi anak yang lahir dari ibu yang masih usia anak, memiliki potensi pemicu stunting.

Bulukumba - Mengagetkan, ibu hamil (bumil) usia anak masih banyak ditemukan di Kabupaten Bulukumba, karena tingginya pernikahan dini yang mencatat Bulukumba rangking ketiga tertinggi di Sulawesi Selatan setelah Kabupaten Wajo dan Maros.

"Setidaknya tercatat seribu orang lebih anak dengan kondisi sangat memprihatinkan, sehingga juga menjadi salah satu faktor penyebab masih tingginya angka stunting dan angka perceraian di Kabupaten Bulukumba," kata Wakil Bupati Bulukumba Edy Manaf di sela Rakor di Kabupaten Bulukumba, Jumat.

Dia mengatakan, pintu utama terjadinya kasusstuntingialah perkawinan anak. Sementara isu ini menjadi kompleks pada permasalahan rumah tangga.

"Setiap bulannya tercatat sebanyak dua kasus perceraian di KabupatenBulukumba," kata Edy.

Menurut dia, pernikahan usia anak sangat erat kaitannya dengan seluruh program yang dilakukan oleh pemerintah yang bermuara pada terjadinya kasusstunting, sehingga dibutuhkan perhatian berbagai pihak.

Berdasarkan data yang ada, kasus pernikahan usia anak di KabupatenBulukumba tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Kajang, Kindang, dan Gantarang.

Wakil Bupati yang juga Ketua Tim Percepatan PenurunanStuntingKabupaten Bulukumba juga menyampaikan bahwa semua stakeholders harus berangkat dengan komitmen.

"Salah satu komitmennya adalah bagaimana mengupayakan ketersediaan anggaran untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak buruk pernikahan usia anak," ujarnya.

Sementara OPD(organisasi perangkat daerah) terkait harus hadir dengan tujuan meretas permasalahan yang ada di masyarakat. Ketika pemerintah bicara terkait output maka tentuyang dibicarakan adalah outcome.

Berkaitan dengan hal tersebut, Andi Edy memberikan petunjuk kepada Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bulukumba untuk menjadikanstuntingdan pencegahan pernikahan anak sebagai program prioritas tahun 2024.

Dia juga memberikan catatan kepada setiap camat dan perwakilan camat yang hadir untuk menindaklanjuti apa yang menjadi hasil dari rapat koordinasi tersebut, agar persoalan ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah kecamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.