Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

YLKI Dukung Sertifikasi Promotor Konser Guna Naikkan Kualitas Layanan

📅 Jumat, 17 Nov 2023, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
YLKI Dukung Sertifikasi Promotor Konser Guna Naikkan Kualitas Layanan Doc: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk melakukan sertifikasi promotor konser guna menaikkan kualitas layanan kepada para konsumen.

"Pemerintah bisa mengintervensi, bagaimana bisa memberi sertifikasi ke promotor, bisa membuat perizinan promotor yang jelas, dan juga melakukan pendampingan terhadap promotor," ujar Ketua Bidang Pengaduan YLKI Rio Priambodo ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Jumat (17/11).

Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai respons dari ramainya keluhan para pemilik tiket konser grup musik asal Inggris, Coldplay, yang mengalami kesulitan untuk memasuki area konser.

Bagi Rio, sertifikasi promotor merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah guna menjamin kualitas layanan penyelenggara konser. Dengan demikian, keluhan konsumen pun dapat diminimalisir.

Selain itu, terkait dengan penyelenggaraan konser, pemerintah juga dapat membuat regulasi yang mengatur tentang pentingnya jumlah penonton yang sesuai dengan kapasitas lokasi acara.

"Bagaimana keamanan metode pembayarannya, itu juga kan harus diatur oleh pemerintah," kata Rio.

Rio juga menilai peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa setelah konser berlangsung. Ketika terjadi permasalahan, kata Rio, pemerintah sebaiknya memiliki suatu badan atau organisasi yang khusus menyelesaikan permasalahan terkait penyelenggaraan konser.

Tak dapat dipungkiri, ujar Rio, konser musik merupakan sektor yang sangat menjanjikan dan digemari oleh orang-orang dari berbagai segmen usia. Rio menilai sektor ini memiliki potensi untuk tumbuh dan memberi dampak positif bagi perekonomian.

"Tapi, kalau manajemennya nggak bagus, aturannya nggak bagus, tentunya ini sangat-sangat merugikan bagi pihak konsumen," kata Rio.

Rio mengatakan YLKI sering mendapatkan aduan terkait konser, seperti pengembalian dana yang ditunda-tunda, pembatalan konser tanpa kejelasan kompensasi bagi para penonton yang sudah memiliki tiket, dan lain-lain.

Baik dari promotor konser dan pemerintah, menurut Rio, harus terlibat untuk melahirkan ekosistem konser yang sehat di Indonesia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.