Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlambatan Ekonomi Mempersulit Dekarbonisasi bagi Kalangan Industri

📅 Jumat, 17 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Perlambatan Ekonomi Mempersulit Dekarbonisasi bagi Kalangan Industri Doc: ISTIMEWA

LONDON - Perlambatan ekonomi global baru-baru ini dilaporkan mulai membebani upaya perusahaan dan industri untuk mencapai tujuan iklim. Banyak perusahaan industri berat di seluruh dunia tidak bisa berinvestasi lebih lanjut dalam dekarbonisasi karena kondisi perekonomian saat ini

"Sekitar 40 persen perusahaan industri berat di seluruh dunia mengatakan mereka tidak dapat berinvestasi lebih lanjut dalam dekarbonisasi karena kondisi saat ini," kata penelitian yang dilakukan oleh konsultan Accenture, yang mensurvei 1.000 eksekutif.

Dikutip dari The Straits Times, Kamis (16/11), hampir dua pertiganya mengindikasikan bahwa upaya utama mereka untuk mengurangi emisi karbon tidak akan menarik secara ekonomi sebelum akhir dekade ini.

"Jika industri berat gagal melakukan dekarbonisasi maka semua industri lainnya akan gagal," kata para peneliti.

Temuan dari penelitian Accenture ini muncul ketika beberapa negara menarik diri dari rencana untuk mendukung energi terbarukan dan produk rendah karbon di tengah tingginya inflasi dan kekhawatiran mengenai biaya dan keamanan energi.

Perubahan Iklim

Penelitian Accenture menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan juga bergerak lebih lambat, pada saat peristiwa cuaca buruk di seluruh dunia yang menyoroti itu sebagai dampak buruk dari perubahan iklim.

Dalam laporan terpisah yang dirilis pada Kamis (16/11), konsultan tersebut menemukan bahwa hanya sebesar 18 persen perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan net-zero pada pertengahan abad ini. Pada saat yang sama, sebanyak 37 persen perusahaan telah berjanji untuk mencapai net zero, naik dari 34 persen pada tahun 2022, berdasarkan analisis terhadap 2.000 perusahaan terbesar di dunia.

"Sangat menjanjikan untuk melihat peningkatan komitmen publik terhadap target net zero lagi pada tahun ini, namun penerapan langkah-langkah utama dekarbonisasi tidak seragam, karena beberapa perusahaan masih belum mampu menguasai dasar-dasarnya," kata Jean-Marc Ollagnier, CEO Accenture untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika, dalam sebuah pernyataan.

Eropa bernasib lebih baik dibandingkan wilayah lain di dunia, dengan sebesar 61 persen perusahaan yang disurvei mempunyai target net zero, dibandingkan dengan 28 persen di Amerika Utara dan sebanyak 30 persen secara global. Namun, hanya sejumlah 24 persen perusahaan Eropa yang berada pada jalur untuk mencapai net zero pada tahun 2050.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.